Redaksi
Redaksi

Jumat, 25 April 2025 11:29

Google hingga Boeing Dukung Langkah Indonesia Negosiasi Tarif Dagang dengan AS

Google hingga Boeing Dukung Langkah Indonesia Negosiasi Tarif Dagang dengan AS

Perusahaan besar AS seperti Google, Boeing, hingga Amazon dukung langkah Indonesia dalam negosiasi tarif dagang. Indonesia resmi masuk tahap teknis dengan USTR.

BUKAMATANEWS - Sejumlah korporasi raksasa asal Amerika Serikat seperti Google, Boeing, Amazon, hingga Microsoft menyatakan dukungan terhadap strategi negosiasi tarif resiprokal yang dijalankan oleh pemerintah Indonesia. Dukungan ini juga datang dari berbagai asosiasi bisnis besar di Negeri Paman Sam.

Pernyataan tersebut muncul dalam rangkaian pertemuan antara delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Washington D.C.

“Seluruh stakeholder dari sektor publik dan swasta di Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap pendekatan yang dilakukan Indonesia demi menciptakan hubungan dagang yang adil,” ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual dari Washington D.C., Jumat (25/4/2025).

Dukungan Penuh dari Asosiasi dan Perusahaan Besar

Menurut Airlangga, respons positif datang dari berbagai lini, mulai dari pemerintah AS, asosiasi dagang, hingga perusahaan-perusahaan strategis. Mereka menilai Indonesia telah menunjukkan langkah yang konstruktif dalam mengupayakan keseimbangan dalam kerja sama dagang.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Indonesia bertatap muka langsung dengan sejumlah pejabat penting AS, seperti Duta Besar USTR Ambassador Grier, Menteri Perdagangan Howard Ludnick, Menteri Keuangan Scott Besson, serta Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett.

Indonesia juga menjalin komunikasi intensif dengan berbagai asosiasi bisnis, di antaranya US ASEAN Business Council, USINDO, US-IBC, Semiconductor Industry Association, serta para pemimpin dari perusahaan teknologi dan industri besar seperti Amazon, Google, Microsoft, dan Boeing.

Menuju Fase Teknis Negosiasi

Pemerintah AS disebut mengapresiasi proposal yang disampaikan Indonesia, sehingga kedua negara menyepakati kelanjutan pembahasan dalam bentuk working group teknis untuk lima sektor utama. Langkah ini dinilai dapat mempercepat proses negosiasi yang selama ini berjalan cukup panjang.

Airlangga juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) dengan USTR, sebagai syarat memasuki tahap negosiasi teknis. Indonesia kini menjadi salah satu dari 20 negara yang telah berhasil masuk ke level tersebut.

Fokus pada 5 Manfaat Strategis

Dalam agenda negosiasi, Indonesia mengusulkan kerja sama dagang yang berpijak pada lima tujuan utama:

  1. Menjaga ketahanan energi nasional.

  2. Memperluas akses ekspor ke pasar AS.

  3. Meningkatkan kemudahan berusaha melalui reformasi regulasi.

  4. Memperkuat rantai pasok industri strategis dan mineral kritis.

  5. Memperoleh akses teknologi di sektor kesehatan, pertanian, dan energi terbarukan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam memperkuat posisinya dalam rantai pasok global, sekaligus memperluas kolaborasi ekonomi yang berkelanjutan dengan Amerika Serikat.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer