Dua Negara Nuklir di Ambang Perang! Pakistan Larang Pesawat India Terbang dan Usir Diplomat
Ketegangan antara India dan Pakistan memanas usai serangan mematikan di Kashmir. Pakistan tutup wilayah udara, usir diplomat India, dan larang penerbangan. Dunia waspada perang antara dua negara nuklir.
BUKAMATANEWS - Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir di Asia Selatan, India dan Pakistan, kian membara. Dalam respons keras terhadap insiden mematikan di Kashmir, pemerintah Pakistan resmi menutup wilayah udaranya bagi seluruh penerbangan dari India, membatalkan perdagangan lintas perbatasan, dan memerintahkan diplomat India untuk meninggalkan negara tersebut.

Langkah-langkah drastis ini diumumkan menyusul tuduhan India bahwa kelompok militan berbasis di Pakistan berada di balik serangan brutal yang menewaskan 26 wisatawan di Pahalgam, wilayah Kashmir yang dikuasai India.
"Pakistan menyatakan pejabat pertahanan India sebagai persona non grata dan meminta mereka segera angkat kaki dari Islamabad," demikian bunyi pernyataan resmi dari kantor Perdana Menteri Shehbaz Sharif yang dikutip AFP, Jumat (25/4/2025).
Pemerintah Pakistan juga membatalkan seluruh visa untuk warga India, kecuali bagi peziarah Sikh, seraya menuduh India terlibat dalam "perang intensitas rendah".
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyatakan negaranya siap menghadapi peningkatan eskalasi militer dari India.
"Kami tidak akan tunduk pada tekanan internasional dalam melindungi wilayah kami," tegas Asif dalam konferensi persnya.
Apa yang Memicu Krisis Ini?
Akar konflik terbaru ini adalah serangan bersenjata yang mengguncang kawasan wisata bersalju Pahalgam di Kashmir. Sekelompok orang bersenjata menyerang kerumunan wisatawan dengan senjata otomatis.
Korban selamat mengungkapkan bahwa pelaku memisahkan pria dari wanita dan anak-anak, lalu mengeksekusi beberapa korban secara brutal.
Polisi India menyebut pelakunya berasal dari kelompok militan Lashkar-e-Taiba (LeT) yang berbasis di Pakistan. Dua dari tiga pria bersenjata yang teridentifikasi adalah warga Pakistan. TRF (The Resistance Front), kelompok bayangan yang disebut sebagai "cabang" LeT, mengklaim bertanggung jawab.
Pemerintah India langsung menuding Pakistan sebagai dalang di balik serangan itu, tuduhan yang dibantah keras oleh Islamabad. Pakistan mengklaim hanya mendukung perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasibnya sendiri.
Reaksi India: Balas dengan Sanksi
Sebagai balasan, India mengambil langkah-langkah yang disebut sebagai "hukuman diplomatik":
-
Menutup perbatasan darat utama dengan Pakistan
-
Menangguhkan perjanjian berbagi air
-
Menurunkan hubungan diplomatik
-
Memerintahkan semua warga Pakistan non-diplomatik keluar dari India sebelum 29 April
Perdana Menteri India Narendra Modi bahkan berjanji untuk menghukum setiap pelaku dan pihak yang mendukung mereka.
Ancaman Perang di Asia Selatan?
Krisis ini memunculkan kekhawatiran dunia internasional akan pecahnya konflik berskala besar antara dua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir.
Insiden ini mengingatkan pada tragedi Pulwama tahun 2019, yang memicu serangan udara India ke wilayah Pakistan.
Kini, dunia menahan napas, khawatir apakah krisis ini akan mengarah pada konfrontasi militer terbuka.
News Feed
Percepat Pembentukan BNNK Luwu Timur, Bupati Irwan Temui Kepala BNN RI
19 Juni 2026 21:11
Usia Baru 9 Tahun, Alya Hadirkan Tiga Buku Inspiratif untuk Anak Indonesia
19 Juni 2026 20:02
