BBWS Pompengan Jeneberang: Program MYP Pemprov Sulsel Ringankan Beban Pemerintah Pusat
16 September 2026 21:53
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Kemensos siap mendengarkan masukan terkait usulan Soeharto sebagai pahlawan nasional, dengan tetap mengikuti aturan yang berlaku
MAKASSAR,BUKAMATANEWS - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) terbuka terhadap berbagai masukan dan keberatan terkait usulan menjadikan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional.

"Kami akan mendengarkan semua usulan dan keberatan yang masuk. Namun, pedoman utama kami adalah aturan yang berlaku," ujar Gus Ipul di Gedung Konvensi TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2025).
Gus Ipul mengajak masyarakat untuk mengingat dan menimbang kebaikan para tokoh bangsa. Ia mencontohkan bahwa Presiden pertama RI, Sukarno, telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
"Kita juga harus mengingat kebaikan-kebaikan mereka. Bung Karno sudah menjadi pahlawan nasional, jadi mari kita ingat kebaikan-kebaikannya," katanya.

Menurut Gus Ipul, usulan untuk menjadi pahlawan nasional dapat diajukan oleh masyarakat melalui pemerintah kabupaten/kota, kemudian diteruskan ke pemerintah provinsi hingga ke Kemensos.
"Di Kementerian Sosial, usulan tersebut akan dikaji oleh berbagai tokoh, termasuk akademisi, sejarawan, dan tokoh masyarakat, sebelum diajukan ke Dewan Gelar," jelasnya.
Gus Ipul menambahkan bahwa nama-nama seperti Soeharto dan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), memiliki peluang untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional setelah kajian tuntas dilakukan.
"Mantan Presiden Soeharto, Gus Dur, dan tokoh-tokoh lainnya memiliki peluang untuk diusulkan oleh Kementerian Sosial setelah kajian selesai. Karena, paling tidak, syarat-syarat normatifnya sudah terpenuhi," ujarnya.
16 September 2026 21:53
16 September 2026 21:47
16 September 2026 21:36
16 September 2026 21:27
16 September 2026 21:19