Redaksi
Redaksi

Kamis, 24 April 2025 12:47

Fenomena Langit 'Smiley Face' Akan Terjadi 25 April, Ini Cara Melihatnya

Fenomena Langit 'Smiley Face' Akan Terjadi 25 April, Ini Cara Melihatnya

Fenomena langka 'smiley face' akan muncul di langit pada 25 April 2024, saat Venus, Saturnus, dan Bulan sabit sejajar. Cek waktu dan cara melihatnya di sini!

MAKASSAR,BUKAMATANEWS  - Langit akan menampilkan fenomena langka dan menarik pada Jumat, 25 April 2024. Tiga benda langit—Venus, Saturnus, dan Bulan sabit—akan muncul secara bersamaan dan membentuk pola menyerupai wajah tersenyum atau dikenal dengan istilah "smiley face".

Menurut laman Sky at Night Magazine, penampakan ini bisa diamati menjelang fajar. Bulan sabit akan terlihat seperti senyuman, sementara Venus dan Saturnus akan berada di atasnya, menyerupai sepasang mata. Namun, formasi ini akan tampak miring sekitar 90 derajat, sehingga untuk melihat bentuk "smiley" yang sempurna, Anda perlu sedikit memiringkan kepala.

Penampakan di Langit Indonesia

Observatorium Bosscha melalui akun Instagram resminya (@bosschaobservatory) menginformasikan bahwa fenomena konjungsi ini dapat disaksikan dari Indonesia sekitar pukul 03.14 WIB. Pada waktu tersebut, Venus mulai terlihat, disusul Bulan sabit. Lima menit kemudian, Saturnus akan muncul menyusul di langit timur.

Namun, Bosscha juga menyebut bahwa kondisi langit Indonesia saat itu sudah mulai terang karena Matahari akan terbit sekitar pukul 05.18 WIB. Hal ini membuat pengamatan ketiga objek sekaligus berisiko sulit dilakukan tanpa alat bantu, karena cahayanya bisa kalah terang oleh cahaya Matahari.

Benda Langit yang Terlihat dan Waktu Terbaik Mengamatinya

  • Venus: Terlihat sangat cerah sepanjang pekan ini, terutama sebelum fajar.

  • Bulan sabit: Akan berada dalam fase menuju bulan baru (new moon) pada 27 April, sehingga masih terlihat ramping.

  • Saturnus: Akan tampak redup dan terbit paling akhir di antara ketiganya, serta berada rendah di horizon timur, membuatnya lebih sulit diamati tanpa alat bantu.

Selain itu, ada kemungkinan Merkurius juga akan terlihat di bawah konjungsi tersebut, meski dengan penampakan yang sangat redup.

Cara Aman Melihat Fenomena Ini

Mengingat kejadian ini berlangsung sebelum terbitnya Matahari, penting untuk menghindari pengamatan langsung ke arah Matahari dengan mata telanjang maupun teleskop.

Penggunaan binokular atau teleskop disarankan untuk menangkap detail yang lebih jelas, terutama karena Saturnus memiliki cahaya yang lebih redup dibanding Venus.

Apa Itu Konjungsi?


Konjungsi adalah fenomena ketika dua atau lebih objek langit tampak sangat dekat satu sama lain dari perspektif Bumi. Dalam kasus ini, ketiga objek tampak sejajar dan membentuk pola unik yang menyerupai ekspresi wajah tersenyum di langit pagi.

Fenomena seperti ini jarang terjadi dan menjadi momen yang layak untuk diamati, terutama bagi penggemar astronomi dan keindahan langit malam.