Redaksi
Redaksi

Senin, 21 April 2025 10:49

Harga Emas Antam Naik di Hari Kartini 2025, Pecahkan Rekor Tertinggi Baru

Harga Emas Antam Naik di Hari Kartini 2025, Pecahkan Rekor Tertinggi Baru

Harga emas Antam naik tajam di Hari Kartini 2025 dan cetak rekor tertinggi baru. Simak daftar harga emas terkini dan analisis pergerakan emas dunia.

MAKASSAR,BUKAMATANEWS — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Senin, 21 April 2025. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi baru, naik Rp 15.000 per gram dari perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com, harga emas 24 karat Antam hari ini mencapai Rp 1.980.000 per gram. Sebelumnya, harga berada di angka Rp 1.965.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami lonjakan sebesar Rp 15.000 menjadi Rp 1.829.000 per gram. Harga buyback ini berlaku bagi konsumen yang ingin menjual kembali emas batangan mereka ke Antam.

Kenaikan ini memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada Kamis, 17 April 2025, ketika harga emas mencapai Rp 1.975.000 per gram dan buyback menyentuh Rp 1.824.000 per gram.

Antam menyediakan emas batangan dalam berbagai ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Konsumen yang mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat pembelian berhak mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yakni sebesar 0,45 persen.

Namun, perlu dicatat bahwa harga dapat bervariasi tergantung pada tempat pembelian dan berlaku juga PPh 22 untuk transaksi emas di atas Rp 10 juta.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (21 April 2025):

  • 0,5 gram: Rp 1.040.500

  • 1 gram: Rp 1.980.000

  • 2 gram: Rp 3.904.000

  • 3 gram: Rp 5.836.000

  • 5 gram: Rp 9.704.000

  • 10 gram: Rp 19.330.000

  • 25 gram: Rp 48.162.500

  • 50 gram: Rp 96.205.000

  • 100 gram: Rp 192.290.000

  • 250 gram: Rp 480.337.500

  • 500 gram: Rp 960.375.000

  • 1.000 gram: Rp 1.920.600.000

Harga Emas Global Masih Menguat, Dolar Melemah

Di pasar global, harga emas tetap solid meskipun sempat mendapat tekanan jual. Spot emas pada perdagangan terakhir tercatat di level USD 3.316,90 per ons, naik hampir 2,5 persen sepanjang minggu.

David Morrison, Analis Senior Trade Nation, menilai lonjakan harga emas belakangan ini sebagai "blowoff top" — kondisi di mana harga naik sangat tajam sebelum terkoreksi. 

“Kenaikan harga emas sebesar USD 360 dalam seminggu merupakan pergerakan yang luar biasa cepat. Ini sinyal bahwa pembeli harus lebih berhati-hati.” katanya.

Sementara itu, pelemahan dolar AS turut menjadi pendorong penguatan harga emas. Dolar AS kini berada di posisi terendah dalam tiga tahun terakhir, di level 99,49. Christopher Vecchio dari Tastylive.com menambahkan bahwa ketidakpastian kebijakan luar negeri AS memperlemah dominasi global dolar, dan mendorong pelaku pasar untuk beralih ke emas sebagai alternatif lindung nilai.

“Meskipun dolar masih menjadi mata uang utama dunia, peran emas sebagai aset pelindung nilai terus meningkat dalam situasi global yang tidak menentu,” ujarnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer