Redaksi
Redaksi

Minggu, 20 April 2025 10:51

Trump Mulai Komunikasi dengan China, Perang Dagang Segera Berakhir?

Trump Mulai Komunikasi dengan China, Perang Dagang Segera Berakhir?

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi adanya komunikasi dengan China untuk mengakhiri perang tarif. Ia membuka kemungkinan penurunan tarif demi menjaga stabilitas ekonomi global.

BUKAMATANEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pemerintahannya kini tengah menjalin komunikasi dengan China guna mencari solusi atas konflik perang dagang yang memanas belakangan ini. Pernyataan ini memberikan sinyal bahwa ketegangan tarif antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut mungkin akan segera mereda.

"Ya, kami sedang berbicara dengan China," kata Trump seperti dikutip dari AFP, Sabtu (19/4).

Ia menambahkan, "Saya akan mengatakan bahwa mereka telah menghubungi saya beberapa kali," tanpa menyebut secara gamblang apakah dirinya sudah berbicara langsung dengan Presiden China, Xi Jinping. Meski begitu, Trump mengisyaratkan adanya komunikasi tingkat tinggi antara kedua belah pihak.

"Saya tidak pernah mengatakan apakah hal itu terjadi atau tidak. Itu tidak pantas," ujar Trump saat ditanya langsung oleh wartawan.

Sebelumnya, Trump telah menaikkan tarif impor terhadap produk China hingga 245 persen, yang memicu balasan serupa dari Beijing. Perang tarif ini pun membuat hubungan dagang kedua negara menjadi tegang selama beberapa tahun terakhir.

Namun, Trump kini menyatakan bahwa ia terbuka untuk menurunkan tarif demi mendorong stabilitas dan menjaga daya beli masyarakat.

"Saya tidak ingin tarifnya naik karena pada titik tertentu itu akan membuat orang tak lagi membeli," ucapnya.
"Saya mungkin tidak akan menaikkan lagi atau bahkan bisa menurunkan tarif," tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah kunjungan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, ke Gedung Putih. Dalam kesempatan tersebut, Trump juga membahas kemungkinan mengakhiri tarif AS terhadap Uni Eropa, sebagai bagian dari upaya meredakan tensi dagang global.

Dengan adanya sinyal komunikasi baru ini, para analis memperkirakan bahwa kesepakatan antara AS dan China mungkin bisa dicapai dalam waktu dekat, meskipun prosesnya diperkirakan tidak akan mudah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer