Redaksi
Redaksi

Jumat, 18 April 2025 10:59

AS Serang Pelabuhan Minyak Yaman, 20 Orang Dilaporkan Tewas

AS Serang Pelabuhan Minyak Yaman, 20 Orang Dilaporkan Tewas

Militer AS menyerang pelabuhan minyak Ras Issa di Yaman, menewaskan 20 orang. Serangan ini ditujukan untuk melemahkan Houthi yang didukung Iran dan mengganggu jalur logistik mereka.

BUKAMATANEWS – Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan besar ke wilayah Yaman. Dalam aksi terbarunya, Kamis waktu setempat, pasukan AS menggempur pelabuhan bahan bakar strategis Ras Issa di pesisir Laut Merah. Serangan ini menewaskan sedikitnya 20 orang, sebagaimana dilaporkan pihak Houthi.

Menurut pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM), tujuan serangan ini adalah memutus jalur pasokan logistik dan sumber pendanaan kelompok Houthi, yang diketahui bersekutu dengan Iran serta jaringan milisi lainnya seperti Hizbullah dan Hamas.

“Serangan terhadap pelabuhan ini dimaksudkan untuk mengganggu sumber bahan bakar dan pendapatan yang digunakan Houthi untuk melanjutkan operasi militernya,” demikian pernyataan CENTCOM dikutip dari AFP, Jumat (18/4).


Konflik Meluas, Ketegangan di Laut Merah Meningkat

Washington melancarkan operasi militer hampir setiap hari sejak pertengahan Maret lalu, sebagai respons atas serangan Houthi terhadap kapal-kapal komersial dan militer di wilayah Laut Merah dan Teluk Aden. Situasi ini turut mengganggu jalur pelayaran global, termasuk di sekitar Terusan Suez yang mengangkut sekitar 12% perdagangan laut dunia.

Akibat konflik, banyak kapal dagang memilih rute alternatif yang lebih jauh dan mahal melalui ujung selatan benua Afrika.

Houthi mengklaim bahwa serangan mereka terhadap pelayaran internasional adalah bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina, sebagai tanggapan atas operasi militer Israel di Gaza sejak 2023 yang hingga kini belum mereda.

Dampak Serangan dan Reaksi Houthi

Sementara itu, perwakilan Houthi menyebut serangan AS terhadap pelabuhan Ras Issa sebagai “tindakan agresi” dan menyebutkan bahwa mayoritas korban merupakan pekerja pelabuhan. Menurut juru bicara kementerian kesehatan Houthi, Anees Alasbahi, terdapat 13 pekerja yang tewas dan 30 orang lainnya mengalami luka-luka. Namun dalam pernyataan terbarunya, jumlah korban tewas dikonfirmasi sebanyak 20 orang.

“Meski telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS sejak awal tahun ini, Houthi masih terus mendapatkan suplai bahan bakar melalui pelabuhan tersebut,” ungkap CENTCOM tanpa menjelaskan asal suplai tersebut.

Pelabuhan Ras Issa sendiri terletak di bagian barat Yaman dan merupakan salah satu titik penting dalam distribusi minyak di kawasan tersebut. Pemerintahan Presiden Donald Trump diketahui memperluas tekanan militer terhadap kelompok Houthi dalam upaya membatasi pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer