JAKARTA, BUKAMATANEWS - Kabar gembira bagi guru honorer di Indonesia. Pemerintah akan memberikan tunjangan kepada guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui metode transfer langsung. Saat ini, skema realisasi program tersebut terus digodok.
"Ini sudah kita godok. Insya Allah dalam waktu dekat itu akan segera terealisasi," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, di Jakarta, kemarin, Jumat, 11 April 2025.
Meski demikian, ia mengatakan, program bantuan ini dijadwalkan akan mulai berjalan pada Mei hingga Desember 2025. Adapun bantuan ini ditargetkan untuk 785 ribu guru dibawah naungan Kemendikdasmen, namun belum termasuk guru-guru di bawah Kementerian Agama.
"Itu (bantuan) bulan Mei, Insya Allah, ya bukan maybe yes, maybe no ya. Karena sudah kita hitung anggarannya berapa sudah dan memang tapi dihitungnya per Mei," katanya, mengungkapkan.
"Jadi bukan dari Januari sampai Mei ya. Tapi dari Mei sampai nanti Desember nanti," sambungnya.
Menurutnya, rencana ini menjadi terobosan penting. Di mana setelah 15 tahun, tidak ada skema transfer langsung untuk tunjangan guru honorer.
"Transfer langsung ini sudah kami godok cukup lama, Insya Allah dalam waktu dekat akan terealisasi. Ini belum pernah terjadi dalam 15 tahun terakhir," ungkapnya.
Adapun tunjangan tersebut akan diberikan kepada guru honorer non ASN yang belum bersertifikasi pendidik. Kemudian, tidak menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial.
"Selain itu, masuk dalam rentang penghasilan Desil 1 sampai Desil 10. Ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS)," ucapnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Peringati HGN 2025, Pemprov Sulsel Dukung Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan Guru
-
Surat Edaran Bersama Tiga Menteri, Berikut Jadwal Pembelajaran Anak Sekolah di Bulan Ramadan
-
Mendikdasmen Kaji Ulang Sistem Zonasi dan Ujian Nasional
-
Peringatan HGN, Fadli Ananda Harap Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Para Guru