Redaksi
Redaksi

Jumat, 11 April 2025 14:23

Orang Kaya RI Pindahkan Kekayaan ke Luar Negeri, Khawatir Kebijakan Prabowo?

Orang Kaya RI Pindahkan Kekayaan ke Luar Negeri, Khawatir Kebijakan Prabowo?

Sejumlah orang kaya Indonesia memindahkan kekayaan ke luar negeri karena kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal Presiden Prabowo Subianto dan stabilitas ekonomi nasiona

BUKAMATANEWS - Sejumlah individu kaya di Indonesia dilaporkan memindahkan sebagian besar kekayaannya ke luar negeri, didorong oleh kekhawatiran terhadap arah kebijakan fiskal Presiden Prabowo Subianto dan stabilitas ekonomi nasional.

Menurut laporan Bloomberg News, para individu dengan kekayaan bersih tinggi mulai mengalihkan aset mereka ke bentuk yang lebih mudah dipindahkan dan kurang terpantau, seperti emas, properti luar negeri, dan mata uang kripto, khususnya stablecoin USDT dari Tether Holdings. Langkah ini memungkinkan transfer dana besar tanpa pengawasan ketat.

Seorang bankir swasta mengungkapkan bahwa beberapa klien dengan kekayaan antara US$100 juta hingga US$400 juta telah mengonversi hingga 10% aset mereka ke dalam kripto. Tren ini dimulai sejak Oktober 2024, saat Prabowo mulai menjabat, dan meningkat setelah nilai tukar rupiah melemah pada Maret 2025.

Arus keluar modal ini diduga turut berkontribusi pada pelemahan rupiah, yang pada 9 April 2025 mencapai titik terendah sepanjang sejarah sebelum sedikit pulih sehari setelahnya. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Pasar saham dan mata uang Indonesia juga terpengaruh oleh kekhawatiran bahwa kebijakan belanja Prabowo dapat mengancam disiplin fiskal yang telah dibangun pemerintahan sebelumnya.

Presiden Prabowo sendiri telah menyatakan keprihatinannya terhadap aliran kekayaan Indonesia ke luar negeri. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya menjaga kekayaan nasional agar tidak terus mengalir ke luar negeri, dan berkomitmen untuk memerangi praktik penyelundupan yang merugikan negara. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perilaku konsumsi orang kaya Indonesia yang lebih memilih berbelanja di luar negeri. Ia menyebut bahwa sekitar 10 juta warga Indonesia bepergian ke luar negeri dan berpotensi menghabiskan uang di sana, yang menyebabkan potensi ekonomi sebesar Rp324 triliun hilang dari dalam negeri. 

Fenomena ini menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mencegah aliran kekayaan ke luar negeri. Langkah-langkah kebijakan yang tepat diperlukan untuk mengatasi kekhawatiran investor dan memastikan bahwa kekayaan nasional tetap berada di dalam negeri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer