MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Polrestabes Makassar akhirnya membekuk tiga pelaku yang nekat menganiaya polisi berinisial Bripda MRH (21) dengan busur panah hingga harus menjalani operasi.
Ketiga pelaku yang diketahui berinisial MF (17), MT (18), dan MR (20), dibekuk polisi di lokasi persembunyiannya di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sabtu, 1 Maret 2025.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana mengatakan, para pelaku diketahui merupakan warga Kota Makassar. Namun, usai melakukan aksinya mereka kabur.
"Semua diamankan di luar Makassar walaupun mereka alamatnya di Makassar. Kita amankan di wilayah Gowa karena setelah melakukan (penganiayaan) mereka lari kesana," ucap Devi dikonfirmasi awak media, Rabu, 5 Februari 2025.
Berdasarkan hasil pengakuan para pelaku, mereka merupakan komplotan geng motor dan saat melakukan aksinya pelaku berjumlah 11 orang.
Devi juga bilang, selain Bripda MRH ada korban lain yang merupakan warga sipil yakni MN (21). Dia mengalami luka tertancap anak panah di bagian kaki.
"Jadi dari peristiwa tersebut ada dua korban pembusuran, satu di kaki kemudian satu lagi di tangan. Adapun awal mula kejadian tersebut yaitu ketika rombongan korban sedang melintas dan berpapasan dengan rombongan pelaku," ungkap Devi.
Dugaan sementara motif penganiayaan itu dipicu ketersinggungan lantaran geber-geber motor saat kedua rombongan berpapasan di jalan raya.
"Kemungkinan rombongan pelaku ini merasa tersinggung karena saling ngegas (geber-geber) motor kemudian mutar balik dan mengejar rombongan korban yang lebih sedikit," bebernya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. Identitas para pelaku juga sudah dikantongi oleh pihak kepolisian.
"Untuk pelaku lainnya sekarang masih pengejaran dan untuk identitasnya sudah kita ketahui. Dari hasil pendalaman dia mengaku bukan geng motor tetapi dia sering konvoi saat malam minggu," tutup Devi.
Sebelumnya diberitakan, seorang anggota polisi berinisial Bripda MRH (21) terpaksa harus menjalani perawatan medis di rumah sakit (RS) usai dianiaya sekelompok orang tidak dikenal (OTK) menggunakan busur panah, Sabtu, 1 Maret 2025.
Peristiwa naas yang menimpa Bripda MRH ini terjadi kala dirinya bersama beberapa rekannya yang merupakan warga sipil sedang asik berkeliling dengan motor usai menunaikan salat subuh.
Saat melintas di Jalan Pelita, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Bripda MRH berpapasan dengan sekelompok OTK menggunakan motor dan langsung dianiaya menggunakan busur panah.
Busur panah pun langsung tertancap di bagian lengan tangan kanan Bripda MRH. Dia pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani perawatan medis. (*)
BERITA TERKAIT
-
Tragis! Seorang Ibu di Bone Tewas Dianiaya Anak Kandung
-
Viral Video Dugaan Penganiayaan Ibu dan Anak Balita oleh Mantan Suami di Takalar
-
Tak Terima Ditegur Saat Ugal-ugalan Berkendara, Dua Pemuda di Bone Aniaya ASN
-
Oknum TNI AU Tikam Pria di Makassar Hingga Tewas
-
Wali Kota Makassar Apresiasi Polrestabes Ungkap 20 Kilogram Narkotika dan Kasus Penculikan Balqis