MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Makassar beberapa hari terakhir mengakibatkan dua kecamatan terendam banjir, Selasa, 11 Februari 2025.
Akibatnya sebanyak 179 jiwa memilih mengungsi ke tempat yang telah disiapkan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar.
Kepala BPBD Makassar Achmad Hendra Hakamuddin mengatakan, dua kecamatan yang terdampak banjir itu yakni Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya.
"Ada lima titik pengungsian telah disiapkan, dari dua kecamatan yang terendam air total pengungsi ada 56 kepala keluarga (KK) atau 179 jiwa," kata Hendra.
Menurut Hendra, banjir terparah yakni di wilayah Kecamatan Manggala, ketinggian air disana mencapai 50 hingga 70 sentimeter.
"Manggala itu satu kelurahan terendam banjir, ketinggian air 50-70 sentimeter, disana juga ada tiga titik pengungsian di Masjid Jabal Nur, Masjid Makka Al Mukarramah, dan Masjid Al Muttaqin," ungkap dia.
Selain banjir, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
"Angin kencang juga berdampak, 15 rumah warga Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya juga mengalami kerusakan. Kalau pohon tumbang terjadi di empat kecamatan," beber dia.
Olehnya itu, BPBD Makassar mengimbau agar masyarakat di Kota Daeng tetap selalu waspada terhadap cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca beberapa waktu ke depan, kemungkinan terjadi hujan dengan kapasitas sedang, lebat, sehingga masyarakat di titik rawan banjir diminta untuk waspada," tutup dia. (*)
BERITA TERKAIT
-
Kabar Duka, Petugas BPBD Makassar Tewas Tertabrak Truk Tronton
-
Dari Safari Ramadan ke Posko Banjir, Wali Kota Munafri Tunjukkan Empati Nyata untuk Korban Terdampak Bencana
-
Cuaca Ekstrem, Sekolah PAUD hingga SMP di Makassar Belajar Daring
-
Banjir Rendam Blok 8 Manggala, Warga Kembali Mengungsi
-
BPBD Makassar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa banjir, Evakuasi Dilakukan di Titik Rawan