MAKASSAR,BUKAMATA - Masyarakat Tionghoa akan segera merayakan Tahun Baru Imlek 2025, Rabu 28 Januari 2025 besok.
Perayaan Tahun Baru dalam kalender lunar Tionghoa selalu identik dengan warna merah, angpao, dan petasan.
Namun, di balik tradisi yang meriah, ada banyak fakta menarik yang jarang diketahui orang. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Makna Warna merah
Warna merah dalam perayaan Imlek tidak hanya melambangkan keberuntungan. Menurut legenda, warna ini juga digunakan untuk mengusir makhluk mitos bernama Nian.
Nian konon takut pada suara keras, cahaya, dan warna merah, sehingga lentera, dekorasi, dan petasan merah menjadi bagian penting dari tradisi.
2. Tradisi pembersihan rumah
Sebelum Imlek, masyarakat Tionghoa membersihkan rumah secara menyeluruh untuk "mengusir" sial dari tahun sebelumnya.
Namun, setelah Imlek tiba, menyapu atau membersihkan dianggap tabu karena dipercaya akan "menyapu" keberuntungan yang baru datang.
3. Pantang Potong rambut
Selama perayaan Imlek, memotong rambut adalah hal yang dihindari. Hal ini karena kata "rambut" (fa) dalam bahasa Mandarin terdengar seperti kata "kekayaan". Memotong rambut dianggap sama dengan "memotong rezeki."
4. Hidangan Ikan utuh
Hidangan ikan utuh selalu hadir di meja makan saat Imlek. Ikan dalam bahasa Mandarin (yu) terdengar seperti kata "berlebih" atau "surplus".
Namun, ikan tersebut biasanya tidak dimakan habis agar melambangkan kelimpahan yang tetap ada sepanjang tahun.
5. Angpao dan Angka 4
Angpao bukan hanya sekadar amplop berisi uang, tetapi juga simbol doa dan harapan dari pemberi kepada penerima.
Uang yang diberikan biasanya dalam jumlah genap, namun angka "4" dihindari karena terdengar seperti kata "kematian" dalam bahasa Mandarin.
6. Rangkaian Perayaan Imlek
Imlek tidak hanya dirayakan selama satu hari. Perayaan ini berlangsung selama 15 hari, dimulai dari malam Tahun Baru hingga Cap Go Meh. Setiap harinya memiliki tradisi dan makna berbeda, seperti Hari Keluarga, Hari Para Dewa, dan Hari Lentera.
7. Makanan penuh simbolisme
Setiap makanan yang dihidangkan saat Imlek memiliki makna tertentu. Contohnya, kue keranjang (nian gao) melambangkan peningkatan rezeki, pangsit melambangkan kekayaan, dan mie panjang melambangkan umur panjang.
8. Tidak selalu petasan
Di beberapa negara seperti Singapura, penggunaan petasan dibatasi atau dilarang demi keselamatan. Sebagai gantinya, mereka menggelar pertunjukan kembang api atau festival lentera yang tidak kalah meriah.
9. Lilin dan api
Membakar lilin merah besar di rumah atau kuil selama Imlek dipercaya dapat mengundang energi positif dan menjaga keharmonisan keluarga sepanjang tahun.
10. Hari khusus untuk roh leluhur
Hari kedua dalam perayaan Imlek dianggap sebagai waktu khusus untuk menghormati leluhur. Keluarga biasanya berdoa di altar atau mengunjungi makam leluhur untuk mengenang mereka.
Imlek bukan sekadar perayaan tahun baru, tetapi juga sarat dengan makna budaya dan spiritual yang mendalam.
Dengan memahami fakta-fakta ini, kita bisa lebih menghargai kekayaan tradisi di balik perayaan yang penuh warna ini.
BERITA TERKAIT
-
Huabao Indonesia Rayakan Tahun Baru Imlek 2025 dengan Apresiasi bagi Karyawan
-
Imlek 2576 Kongzili, Menag: Semoga Indonesia Makin Maju dan Makmur
-
Dukung Keberagaman, Polres Pelabuhan Makassar Kawal Perayaan Imlek dengan Sterilisasi Maksimal
-
Pilihan Istimewa Moonlit Feast untuk Rayakan Imlek 2025 di Aston Makassar
-
Libur Panjang Imlek 2025: Waktu Tepat untuk Merayakan Kebersamaan