PBB Nyalakan Siaga Bahaya Atas Kebrutalan Israel di Lebanon
UNIFIL menyampaikan kekhawatirannya terkait aksi serangan yang terus dilakukan oleh Israel di tengah perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah.

BUKAMATA - Pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon menyalakan 'siaga bahaya' atas kebrutalan Israel di Lebanon selatan.
UNIFIL menyampaikan kekhawatirannya terkait aksi serangan yang terus dilakukan oleh Israel di tengah perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah.
Melalui keterangan resminya, UNIFIL mengaku khawatir terhadap serangan yang masih dilakukan oleh tentara Israel atau IDF terhadap pemukiman hingga lahan pertanian yang ada di wilayah Lebanon Selatan.
"Ada kekhawatiran mengenai berlanjutnya penghancuran oleh IDF di daerah pemukiman, lahan pertanian dan jaringan jalan di wilayah Lebanon selatan," ujar UNIFIL dikutip dari AFP, pada Jumat (27/12).
UNIFIL menilai aksi yang dilakukan oleh tentara Israel selama periode gencatan senjata juga telah melanggar perjanjian 1701 yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB.
Mereka juga memerintahkan agar pemerintah Israel untuk segera menarik seluruh pasukannya yang ada di wilayah Lebanon dan mengikuti perjanjian 1701.
Dalam perjanjian tersebut dijelaskan bahwa di wilayah Lebanon Selatan hanya diperbolehkan bagi pasukan penjaga perdamaian PBB dan Lebanon. Perjanjian itu juga memerintahkan agar pasukan Israel untuk mundur dari wilayah Lebanon.
"Setiap tindakan yang membahayakan gencatan senjata permusuhan harus dihentikan," tegas UNIFIL.
News Feed
Ikatek Unhas Borong Dua Gelar, Tampil Dominan di AAS Cup II 2026
18 Mei 2026 12:03
Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Berita Populer
18 Mei 2026 12:09
18 Mei 2026 12:03
18 Mei 2026 22:00
