Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Narkotika tersebut kebanyakan masuk ke Sulsel melalui jalur laut di kawasan Pelabuhan Kota Parepare.
MAKASSAR, BUKAMATA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) mengungkap, pada tahun 2024 ini Sulsel masuk dalam urutan ke lima daftar darurat peredaran narkotika.

Hal itu diungkap Kepala BNN Sulsel, Brigjen Budi Sajidin, saat menggelar ekspose akhir tahun di Kantor BNNP Sulsel, Jalan Manunggal, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa, 24 Desember 2024.
"Se Indonesia kita peringkat nomor 5 sehingga kita darurat peredaran narkoba di daerah Sulsel," ungkap Budi kepada awak media.
Dia pun berharap, sinergitas dan bantuan masyarakat dalam upaya pemberantasan itu sangatlah penting.
"Saya berharap seluruh elemen masyarakat sama-sama membantu memberantas narkoba di wilayah Sulsel. Kita ingin menjadikan Sulsel Bersinar, bersih dari narkoba," ucap dia.
Selain ekspose kinerja BNNP Sulsel selama 2024, barang bukti narkotika berbagai jenis juga dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan alat khusus.
Adapun barang bukti yang berhasil disita meliputi 1.120,53 gram sabu, 29.805,79 gram ganja, 460 butir Mefedron, 325.275 gram tembakau sintetis, dan 215,47 gram cookies (kue) ganja.
"Ini ada peningkatan dari tahun 2022 sampai 2024 terjadi peningkatan penindakan, begitu juga rehabilitasi," beber Budi.
Berdasarkan pendalaman Budi, narkotika tersebut kebanyakan masuk ke Sulsel melalui jalur laut di kawasan Pelabuhan Kota Parepare.
"Barang (narkotika) masuk ini ada melalui jalur laut masuk wilayah Parepare, Sidrap, dan Pinrang, dan menyebar. Kalau ganja lewat pengiriman paket dari Sumatera Utara (Medan) dipesan orang Sulsel," tutur dia.
Selama 2024 juga BNNP Sulsel telah mengamankan sebanyak 35 pelaku peredaran narkotika yang kini telah ditetapkan tersangka. (*)
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22