Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 10 Desember 2024 23:38

Puluhan WNI dievakuasi keluar dari Suriah, Selasa, 10 Desember 2024.
Puluhan WNI dievakuasi keluar dari Suriah, Selasa, 10 Desember 2024.

Pemerintah Mulai Evakuasi WNI Keluar dari Suriah

Ada 1.162 WNI di Suriah dan umumnya berdomisili di Damascus.

JAKARTA, BUKAMATA - Situasi yang tidak kondusif di Suriah membuat pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada disana secara bertahap. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damascus, Suriah, mengevakuasi 37 WNI pada gelombang pertama.

Pelepasan rombongan dilakukan Selasa, 10 Desember 2024, pukul 14.00 waktu setempat.

"Hari ini baru saja saya melepas WNI untuk evakuasi sebanyak 37 orang, besok kita terbangkan. Ada 80 orang lainnya yang siap untuk dievakuasi bertahap pada gelombang berikutnya," kata Duta Besar Indonesia untuk Suriah, Wajid Fauzi.

Mereka yang dievakuasi umumnya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelajar. Evakuasi melalui jalur darat, rombongan menggunakan bus menuju ibu kota Lebanon, Beirut untuk selanjutnya di terbangkan ke Indonesia. 

Butuh waktu 1 hingga 1,5 jam perjalanan menuju Beirut, Lebanon. Alasan menggunakan jalur darat karena bandara di Suriah tidak beroperasi akibat ketegangan yang meningkat. 

"Kalau menempatkan WNI ke Lebanon, belum 100 persen aman, oleh sebab itu kami terbangkan ke Tanah Air agar mereka bisa berkumpul dengan keluarga, transportasi udara di Suriah tutup, bandara tidak berfungsi," ujarnya. 

KBRI membuka kesempatan untuk WNI agar mendaftar sehingga dapat dievakuasi ke Indonesia. Wajid mengungkapkan, tidak semua WNI bersedia dievakuasi karena berbagai alasan dan KBRI menghormati keputusan tersebut.

Bagi WNI yang menolak dievakuasi, pihak KBRI meminta WNI untuk menandatangani surat pernyataan. Bersedia bertanggung jawab dan menanggung risiko.

"Bahkan ada yang mengontak KBRI mundur, tidak jadi dievakuasi, kita hormati alasan mereka misal karena ada ujian sekolah. Kita minta mereka membuat surat dan ditandatangani, isinya tanggung jawab atas resikonya sendiri," ucapnya.

Ada 1. 162 WNI di Suriah dan umumnya berdomisili di Damascus. "Kami minta agar WNI tidak keluar rumah kendati situasi mulai kondusif," pesannya.

Sebelumnya, pemberontak yang dipimpin oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) berhasil menggulingkan rezim Presiden Bashar Al-ashad. Kemudian Bashar dilaporkan melarikan diri ke Rusia. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Konflik Suriah #Evakuasi WNI di Suriah #KBRI Damascus

Berita Populer