Dewi Yuliani : Senin, 11 November 2024 20:57
Nahar, peternak binaan Rumah Zakat Sulsel, di Desa Berdaya Timbuseng, Kabupaten Gowa.

GOWA, BUKAMATA - Tim Rumah Zakat Sulsel melakukan kunjungan ke Desa Berdaya Timbuseng, Kabupaten Gowa, dan bertemu dengan salah satu peternak binaan, Nahar.

Nahar (31 tahun) bercerita bahwa 4 tahun yang lalu, ia seorang buruh harian yang tidak selalu mendapatkan pekerjaan. Pekerjaannya serabutan dan penghasilannya tidak menentu.

Rumah Zakat kemudian memberikan bantuan ekonomi berupa program ternak kambing. Saat itu, Nahar menerima sepuluh ekor kambing indukan sebagai modal awal usahanya di Desa Berdaya Timbuseng.

"Dulu saya bekerja sebagai buruh bangunan serabutan karena panggilan pekerjaan yang tidak menentu, saat itu datanglah Pak Munawir selaku relawan Rumah Zakat yang menawarkan program ternak kambing. Sayapun mau dan saya dibantu bibit indukan sebagai modal awal dalam usaha ternak kambing saya," ujar Nahar.

Selama empat tahun, Nahar dengan tekun mengembangkan ternak kambing tersebut. Kini, kambingnya telah berkembang biak menjadi 60 ekor, dan ia dapat menjual anakan kambing hampir setiap bulan. Penghasilan dari penjualan kambing membuat ekonomi keluarga Nahar lebih stabil.

Selain itu, ia juga memanfaatkan kotoran kambing sebagai pupuk kandang yang dijualnya sebagai produk tambahan.

“Alhamdulillah sekarang ternak di kandang ini sudah ada 60-an ekor, saya pun sudah berhenti jadi buruh bangunan dan fokus untuk urus ternak. Sekarang ini adalah pekerjaan dan penghasilan utama saya untuk menghidupi keluarga. Selain berjualan kambing, saya juga dapat penghasilan dari olahan kotoran ternak yang diolah jadi pupuk kandang atau kompos," tutur Nahar.

Tidak berhenti di situ, Nahar juga memanfaatkan kambing-kambingnya untuk memproduksi susu kambing yang ia perah sendiri. Produk susu kambing ini menambah variasi usahanya dan memberi nilai tambah yang berkelanjutan.

Menariknya, Nahar selalu berinovasi dalam menjaga ketahanan pakan ternak, terutama saat musim kemarau. Ia memanfaatkan limbah yang dianggap tidak bernilai oleh sebagian orang, seperti kulit kacang hijau, yang diolahnya menjadi pakan kambing. Dengan cara ini, kebutuhan pakan kambingnya tetap terpenuhi sepanjang tahun.

Nahar sangat bersyukur dengan adanya Program Ternak Kambing dari Rumah Zakat, yang telah mengubah hidupnya dari seorang buruh harian menjadi seorang pengusaha ternak yang produktif dan mandiri. (*)