Dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju Kembangkan Aplikasi Edukasi Gizi Remaja
NUBY sendiri adalah akronim dari Nutrition for Bright Youth. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa menghitung status gizi mereka sendiri, seperti menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dan menghitung asupan gizi harian mereka.
MAMUJU, BUKAMATA - Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mamuju, Sulawesi Barat, mengembangkan aplikasi berbasis android untuk edukasi dan pemantauan status gizi bagi remaja, melalui aplikasi yang diberi nama NUBY.

NUBY sendiri adalah akronim dari Nutrition for Bright Youth. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa menghitung status gizi mereka sendiri, seperti menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dan menghitung asupan gizi harian mereka.
Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju, Nurbaya, yang merupakan penggagas dan pengembang aplikasi ini menyatakan harapannya bahwa aplikasi ini bisa membantu para remaja dalam memahami asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan lebih sadar akan pentingnya perilaku gizi seimbang.
"Dengan bantuan aplikasi NUBY dan peralatan yang kami berikan, remaja sebagai target utama pengguna aplikasi ini diharapkan dapat menerapkan pengetahuan gizi ini dalam kehidupan sehari-hari," katanya di Mamuju, Selasa, 29 Oktober 2024.
Sebagai langkah awal pengenalan aplikasi, tim Poltekkes sendiri telah menggelar sosialisasi dan edukasi ke puluhan siswa di SMA 2 Mamuju, yang terdiri dari pengurus OSIS dan kader Usaha Kesehatan Sekolah, serta guru pendamping, pada 17 Oktober 2024 silam.
"Ini adalah awal, namun ke depan kami akan lakukan kegiatan yang sama di sekolah-sekolah lain," ujarnya.
Meskipun aplikasi ini dibuat untuk remaja, namun bisa digunakan oleh siapa pun tanpa mengenal batas usia. Cara gunanya pun gampang. Pengguna cukup mengunduh aplikasi ini di Playstore dan melakukan registrasi yang prosesnya cepat. Setelah registrasi, aplikasi bisa langsung digunakan.
Menurut Nurbaya, sebagai bagian dari dukungan terhadap pemantauan gizi secara rutin, tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju juga menyerahkan microtoice dan timbangan digital kepada pihak sekolah. Peralatan ini diharapkan membantu guru dan siswa dalam memantau status gizi secara mandiri, sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga kesehatan siswa.
Muhammad Yusuf selaku guru pembina UKS SMAN 2 Mamuju, menyambut baik program ini dan mengapresiasi dukungan peralatan pemantauan gizi dari tim.
"Dengan adanya microtoice dan timbangan digital, kami lebih mudah untuk terus memantau status gizi siswa secara berkala. Ini menjadi tambahan berharga bagi kesehatan lingkungan sekolah," ungkap Yusuf.
Menurut Nurbaya, program ini mempertegas komitmen SMAN 2 Mamuju dan Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat melalui edukasi dan pemantauan gizi yang berkelanjutan bagi para siswa. (*)
News Feed
Berita Populer
13 Juni 2026 13:43
