Redaksi
Redaksi

Jumat, 25 Oktober 2024 13:42

Dokter di RS Tenriawaru Bone Jadi Korban Penganiayaan Keluarga Pasien, Pelaku Sudah Diamankan

Dokter di RS Tenriawaru Bone Jadi Korban Penganiayaan Keluarga Pasien, Pelaku Sudah Diamankan

Kronologi kejadian berawal ketika dr. Buyung sedang menangani pasien korban kecelakaan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Tenriawaru Bone

BONE, BUKAMATANEWS – Seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone, dr. Buyung Sugianto (39), menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu keluarga pasien pada Rabu, 23 Oktober 2024, sekitar pukul 19.00 WITA. Pelaku, yang diketahui bernama Anri Wijaya (27), seorang mahasiswa, telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Bone, AKBP Erwin Syah, melalui Kasat Reskrim AKP Yusriadi Yusuf, membenarkan kejadian ini. Tim Unit Resmob Polres Bone yang dipimpin oleh Kanit Resmob, Ipda Nanang Eka Sulistiawan, menangkap pelaku di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo pada Kamis, 24 Oktober 2024. "Terduga pelaku sudah kami amankan, dan saat ini penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung," ujar Kasat Reskrim AKP Yusriadi Yusuf.

Kronologi kejadian berawal ketika dr. Buyung sedang menangani pasien korban kecelakaan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Tenriawaru Bone. Saat itu, anak pasien tiba-tiba berteriak "jangan keras-keras" di dalam ruang IGD. Mendengar itu, dr. Buyung meminta anak tersebut untuk menunggu di luar agar ia bisa fokus menangani pasien.

Tak lama kemudian, kakak dari anak yang berteriak datang dan mencoba menenangkan adiknya. Namun, adik tersebut masih terus berteriak, membuat situasi semakin tegang. Ketika seorang rekan kerja dr. Buyung datang untuk membantu, sang kakak tiba-tiba mendorong dr. Buyung. Ketika dr. Buyung berbalik, pelaku langsung memukulnya berkali-kali.

Akibat kejadian ini, dr. Buyung mengalami luka bengkak pada kepala dan merasa terintimidasi oleh tindakan keluarga pasien. Merasa keberatan, ia kemudian melaporkan insiden tersebut ke SPKT Polres Bone.

Pihak RSUD Tenriawaru mengecam keras tindakan kekerasan ini dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Kejadian ini menyoroti pentingnya perlindungan tenaga medis saat bertugas, terutama di ruang gawat darurat di mana ketenangan dan profesionalitas sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Penulis : Chois
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#RS Tenriawaru Bone

Berita Populer