Redaksi : Minggu, 13 Oktober 2024 13:19

BUKAMATANEWS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) kini menunggu usulan resmi dari partai pengusung terkait pengganti calon Gubernur Benny Laos yang meninggal dunia dalam insiden tragis di Kabupaten Pulau Taliabu. Benny Laos, calon Gubernur nomor urut 4, tewas dalam ledakan speedboat saat berkampanye pada Sabtu, 12 Oktober 2024.

Komisioner KPU Malut, Reni Sarifuddin Banjar, menyampaikan bahwa sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 8 Tahun 2024, KPU dapat memproses pergantian calon apabila ada calon yang berhalangan tetap, seperti meninggal dunia. Saat ini, pihak KPU Malut menunggu partai koalisi yang mengusung pasangan Benny Laos-Sarbin Sehe untuk memberikan pemberitahuan resmi, yang disertai akta kematian Benny Laos.

“Kami sudah menggelar rapat pleno terkait kejadian meninggalnya Cagub Benny Laos. KPU akan segera memproses pergantian calon setelah menerima usulan resmi dari partai pengusung, sebagaimana diatur dalam PKPU,” ujar Reni Sarifuddin Banjar saat dihubungi pada Minggu, 13 Oktober 2024.

Ada beberapa opsi yang dapat diambil oleh partai koalisi pengusung, termasuk mengusulkan Sarbin Sehe—yang sebelumnya menjadi calon Wakil Gubernur—untuk naik menjadi calon Gubernur. Atau, partai pengusung dapat mengajukan calon baru sebagai pendamping Sarbin Sehe. KPU Malut akan melakukan pemeriksaan administrasi terhadap dokumen calon pengganti, termasuk surat keterangan dari pengadilan dan SKCK, serta berkonsultasi dengan KPU RI untuk langkah selanjutnya.

KPU memberikan waktu hingga 27 Oktober 2024 bagi partai atau gabungan partai pengusung untuk mengajukan penggantian calon gubernur. KPU kemudian memiliki waktu paling lambat 30 hari untuk memproses usulan pergantian tersebut.

Kontestasi Pilgub Maluku Utara 2024 sebelumnya telah menetapkan empat pasangan calon, yakni Husain Alting Sjah-Asrul Iksan Rasyid (nomor urut 1), Aliong Mus-Sahril Thair (nomor urut 2), Muhammad Kasuba-Basri Salama (nomor urut 3), dan Benny Laos-Sarbin Sehe (nomor urut 4). Dengan meninggalnya Benny Laos, pasangan nomor urut 4 kini menghadapi proses penggantian calon yang akan menentukan langkah mereka dalam Pilkada.

Tragedi yang merenggut nyawa Benny Laos dan lima orang lainnya dalam kecelakaan speedboat di Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Maluku Utara. Benny Laos, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai, adalah sosok yang dihormati dan dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus politisi yang peduli pada pembangunan di wilayah Maluku Utara.

Dengan adanya proses penggantian calon ini, publik kini menanti keputusan dari partai pengusung untuk menentukan langkah selanjutnya dalam kontestasi politik Maluku Utara 2024.