Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Karier politik Benny dimulai jauh sebelum menjabat Bupati Pulau Morotai. Pada Pilkada Gubernur Maluku Utara 2013-2018, Benny maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Syamsir Andili.
BUKAMATANEWS - Calon gubernur Maluku Utara nomor urut 4, Benny Laos, tewas dalam sebuah insiden tragis setelah speedboat yang ditumpanginya meledak di Pelabuhan Regional Bobong, Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Sabtu (12/10). Benny sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong dan ia menghembuskan napas terakhir pada pukul 17.20 WIT.
Benny Laos, yang lahir di Kota Ternate pada 8 Agustus 1972, sebelumnya dikenal sebagai tokoh politik dan pengusaha sukses. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai periode 2017-2022 bersama wakilnya, Asrun Padoma. Saat Pilkada Pulau Morotai 2017, pasangan Benny-Asrun didukung oleh partai-partai besar seperti PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB, dan Nasdem, dan berhasil meraih 49,74 persen suara.
Karier politik Benny dimulai jauh sebelum menjabat Bupati Pulau Morotai. Pada Pilkada Gubernur Maluku Utara 2013-2018, Benny maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Syamsir Andili. Meskipun tidak memenangkan kontestasi tersebut, ia terus berkiprah di dunia politik dan dikenal sebagai sosok yang selalu mendukung pengembangan bakat dan potensi anak muda.
Dalam suatu kesempatan, Benny pernah mengungkapkan bahwa dirinya hanya lulusan SMP dan melanjutkan pendidikan dengan paket C karena keterbatasan ekonomi yang memaksanya putus sekolah di kelas 1 SMA. Namun, kondisi ini tak menghalangi langkahnya menuju kesuksesan. Selain sebagai politisi, Benny Laos juga dikenal sebagai salah satu kepala daerah terkaya di Indonesia.
Sebagai pengusaha, ia adalah Direktur Utama PT Bela Cipta Sarana dan pemilik Hotel Grand Dafam Bela Ternate, hotel bintang empat yang didirikan pada 19 Desember 2007 di Kota Ternate. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2021, kekayaan Benny tercatat lebih dari Rp 500 miliar, sebagian besar dalam bentuk surat berharga dan aset tanah, termasuk 139 bidang tanah senilai lebih dari Rp 158 miliar.
Benny juga dikenal sebagai kolektor mobil mewah, memiliki Hummer Jeep senilai Rp1,2 miliar dan dua unit Toyota Alphard senilai masing-masing Rp850 juta. Di luar dunia bisnis dan politik, Benny adalah sosok yang peduli pada pengembangan seni musik dan olahraga di Maluku Utara.
Melalui program Bela Peduli yang ia dirikan bersama istrinya, Benny mendanai sejumlah acara dan kompetisi untuk anak muda, termasuk Audisi Bintang dari Timur pada 2023. Ia juga aktif mendukung pengembangan sepak bola di Maluku Utara, membantu pendanaan tim U13 untuk Piala Suratin 2024 serta Tim Malut Selection 2023 pada Nusantara Open Cup.
Kepergian Benny Laos meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Maluku Utara, terutama bagi mereka yang telah merasakan dampak positif dari berbagai kontribusinya di bidang politik, bisnis, dan sosial. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai tokoh yang penuh dedikasi dan cinta terhadap pengembangan potensi generasi muda Maluku Utara.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 14:50