BASAsulsel dan Kopsling Sulsel Bersatu: Dorong Solusi Kreatif untuk Tantangan Sosial di Sulawesi Selatan
Kopsling Sulsel, komunitas pemuda yang fokus pada isu sosial dan lingkungan, telah menjalankan sejumlah program unggulan seperti "Kopsling Goes to School," yang mengusung tema pendidikan dan sosial, serta "Semarak Ramadhan Kopsling" yang memadukan aspek sosial dan religi
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Inisiatif BASAsulsel, yang digagas oleh Rumata' Artspace dan BASAibu Wiki, sukses meluncurkan program kolaborasi dengan berbagai komunitas lokal guna merespons beragam isu sosial di Sulawesi Selatan. Salah satu komunitas yang berpartisipasi aktif dalam program ini adalah Komunitas Pemuda Pemerhati Sosial dan Lingkungan (Kopsling Sulsel), yang bersama 18 komunitas lainnya, terlibat dalam diskusi intensif mengenai tantangan masyarakat di Kota Makassar.

Kopsling Sulsel, komunitas pemuda yang fokus pada isu sosial dan lingkungan, telah menjalankan sejumlah program unggulan seperti "Kopsling Goes to School," yang mengusung tema pendidikan dan sosial, serta "Semarak Ramadhan Kopsling" yang memadukan aspek sosial dan religi. Selain itu, mereka juga mengadakan "Seminar Lingkungan Hidup" untuk membahas isu-isu lingkungan yang mendesak, serta program "Outdoor Pengabdian," yang menekankan aksi nyata dalam pengabdian masyarakat.
Anggi Pratiwi, salah satu anggota Kopsling Sulsel, mengungkapkan kegembiraannya atas kolaborasi ini. "Kami di Kopsling Sulsel sangat mendukung inisiatif BASAsulsel. Ini adalah kesempatan untuk memastikan isu-isu yang kami suarakan dapat mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat luas," ujarnya.
Sementara itu, Ihza, anggota lainnya, menekankan pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dalam mengatasi tantangan literasi di Sulawesi Selatan. "Kami ingin mengajak komunitas, pemerintah, dan pihak terkait untuk berpikir kreatif. Bagaimana kearifan lokal, seperti bahasa dan permainan tradisional, bisa menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis para remaja," jelas Ihza.
Survei Indeks Literasi Masyarakat (ILM) 2022 menunjukkan bahwa hanya 15 persen anak-anak yang mampu memahami bacaan dengan baik, sebuah masalah yang mendesak untuk diatasi. "Dengan menggunakan pendekatan lokal, kami berharap bisa membantu anak-anak memahami dan mengasah kemampuan berpikir kritis mereka," tambahnya.
Program BASAsulsel kini menjadi wadah yang tak hanya menggerakkan pemuda untuk menghadapi isu sosial, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berkolaborasi dan menyuarakan ide-ide segar. Kopsling Sulsel berharap kolaborasi ini dapat membawa dampak positif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di Sulawesi Selatan, dan menjadi langkah awal menuju perubahan yang lebih baik.
News Feed
Piala Dunia 2026: Jepang Menang Mudah 4-0 atas Tunisia di Grup F
21 Juni 2026 18:47
BMKG Imbau Warga Waspadai Kekeringan Ekstrem dan Karhutla Dampak El Nino
21 Juni 2026 18:38
