Dewi Yuliani : Selasa, 24 September 2024 22:56
Ilustrasi

MAKASSAR, BUKAMATA - Kapolsek Bontoala Kota Makassar, Kompol Kompol Muhammad Idris, membeberkan penyebab pembacokan yang dilakukan oleh Sarniati (39 tahun) terhadap Siti Syamsiah (64 tahun), ibu kandungnya sendiri. Pelaku juga diduga mengalami gangguan jiwa.

"Penyebab pembacokan karena pelaku tidak terima ditegur oleh ibunya untuk membersihkan rumah sehingga merasa tersinggung akhirnya melakukan penyaniayaan dengan menggunakan parang," ucap Idris kepada awak media, Selasa malam, 24 September 2024.

Idris menuturkan, dari informasi warga serta RT/RW dan tokoh masyarakat, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan sudah sejak lama dan masih tinggal bersama orangtuanya.

"Memang mengalami gangguan jiwa dan menurut info pelaku sering mengamuk jika ditegur oleh orangtuanya," ujarnya.

Sementara, kata Idris, luka yang dialami korban lumayan banyak karena dibacok menggunakan parang. Ada luka dipergelangan tangan, pipi, kepala, kaki, badan dan luka kecil lainnya.

"Kondisi korban saat dibawa ke RS dalam keadaan hidup, sadar dan sementara kami tinggalkan untuk mendapatkan penanganan medis di RS Angkatan Laut (Jala Ammari).Kami belum dapat informasi lebih lanjut dari anggota kami karena ada anggota kami ditempatkan disana untuk memantau perkembangan korban," terangnya.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mengamankan parang yang digunakan pelaku untuk membacok ibu kandungnya. "Barang bukti sudah kami amankan, berupa parang," kata Idris.

Saat ditanya mengenai tidak lanjut terhadap pelaku karena diduga mengalami gangguan jiwa, Idris mengatakan, sepenuhnya diserahkan ke pihak Unit PPA Polrestabes Makassar.

"Karena penangannya kami sudah serahkan ke Polrestabes, jadi nanti mereka yang akan melakukan koordinasi dengan pihak RS Jiwa," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit PPA Polrestabes Makassar, Iptu Hartawan, mengatakan, pihaknya belum memastikan apakah pelaku diduga mengalami gangguan jiwa atau tidak.

"Belum bisa dipastikan (mengalami gangguan jiwa). Mungkin besok baru bisa kita tindak lanjuti (koordinasi dengan pihak RS Jiwa)," kata Hartawan. (*)