BUKAMATA -- Banjir besar di Kota Maiduguri, timur laut Nigeria, menewaskan setidaknya 30 orang. Selain itu, 400 ribu warga lainnya terpaksa mengungsi.
"Jumlah korban tewas adalah 30 orang," ujar Juru Bicara Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) Ezekiel Manzo kepada AFP, dikutip Kamis (12/9/24).
"Situasi di Maiduguri cukup menakutkan," ujar rekan Manzo di NEMA, Zubaida Umar.
NEMA mencatat banjir menerjang sekitar 40 persen dari seluruh kota. Imbasnya ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan rumahnya untuk mengungsi.
"Berdasarkan statistik kami, ada 414 ribu orang yang mengungsi," ujar Umar, seraya menambahkan bahwa pihak berwenang khawatir jumlah total orang yang mengungsi bisa mencapai satu juta.
Umar menambahkan rumah sakit utama Kota Maiduguri juga diterjang banjir.
Badan Pengungsi PBB di Nigeria menyebut banjir yang terjadi lantaran hujan deras dan bendungan jebol itu merupakan banjir terburuk di kota tersebut dalam 30 tahun terakhir.
Bendungan Alau di Sungai Ngadda mulai jebol pada akhir pekan. Kemudian, hujan deras yang mengguyur pada Selasa lalu membuat air makin membludak dan banjir kian besar.
BERITA TERKAIT
-
Relawan Salurkan Bantuan Mendesak untuk 430 Jiwa Terdampak Pascabencana di Aceh Timur
-
Kerugian Akibat Bencana Sumut Ditaksir Tembus Rp20 Triliun
-
Update Bencana Sumatera, 1.135 Meninggal Dunia, 173 Orang Masih Dinyatakan Hilang
-
Sejumlah Lembaga Zakat Nasional Bersinergi Perkuat Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang
-
Hamka B Kady Pastikan Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Sumatera Jadi Prioritas Nasional