Tingkatkan Publikasi Dosen, Fakultas Kehutanan Unhas Gelar FGD Pembentukan Riset Kolaborasi
FGD pembentukan riset kolaborasi merupakan salah satu langkah dalam membantu dan memudahkan dosen dalam meningkatkan penulisan artikel dan publikasi.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Bidang Kemitraan, Riset dan Inovasi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Riset Kolaborasi. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 Wita di Ruang Rapat Senat Lantai 2 Fakultas Kehutanan, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis (22/8/2024).
Mengawali kegiatan Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset dan Inovasi Fakultas Kehutanan Unhas Unhas, Syahidah menyampaikan bahwa kegiatan FGD pembentukan riset kolaborasi merupakan salah satu langkah dalam membantu dan memudahkan dosen dalam meningkatkan penulisan artikel dan publikasi.
"Terima kasih atas kehadiran narasumber pada kegiatan ini dalam rangka sharing riset dengan topik pengembangan active food packaging berbasis biomassa aren dan utilization of forestry waste as a source of biocomposite hydrogel. Saya berharap kedua topik riset ini bisa dikembangkan oleh dosen prodi Rekayasa Kehutanan Unhas menjadi beberapa topik riset yang lebih menarik," jelas Syahidah.
Lebih lanjut Syahidah mengatakan bahwa dosen prodi Rekayasa Kehutanan Unhas yang akan melakukan riset tentang biokomposit hidrogel dan biomassa bisa berkolaborasi dengan pusat biomassa dan bioproduk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Tomsk Polytechnic University, Russian Federation.
Hadir sebagai narasumber yaitu, Prof Widya Fatriasari dari Pusat Biomassa dan Bioproduk BRIN dan Antonio Di Martino dari Tomsk Polytechnic University, Russian Federation.
Prof Widya Fatriasari dalam materinya menjelaskan terkait biorefinery berbasis lignin. biorefinery merupakan kegiatan industri yang kompleks, mengonversi bahan-bahan terbarukan (biomassa), menjadi serat, bahan-bahan kimia, bahan bakar, dan produk-produk lainnya dengan efek yang minimal atau tanpa efek sama sekali terhadap kelestarian lingkungan.
"Biorefinery mengacu pada eksplorasi biomassa untuk diproduksi menjadi bahan bakar, energi, dan bahan-bahan kimia yang digunakan dalam kehidupan," jelas Prof. Widya.
Industri biorefinery saat ini masih bertumpu pada pemanfaatan selulosa, sementara lignin merupakan hasil sampingnya masih dianggap bernilai rendah. Lignin merupakan polimer alami penyusun dinding sel tumbuhan terbanyak kedua setelah selulosa. (*)
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:43
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
