BUKAMATA, JENEPONTO -- Serangan virus trips mengancam produksi cabai di Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto. Tanaman cabai di kawasan tersebut menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan dengan daun yang mengecil, berkeriting, serta buah yang tampak tidak segar.
Menanggapi kondisi tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Junaedi Bakri dengan sigap menghubungi Dinas Pertanian Sulsel melalui Balai Proteksi Tanaman Hortikultura (BPTH) untuk segera turun tangan.
Hal ini bermula saat Pj Bupati Jeneponto bersama timnya tengah melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau hasil kerja keras masyarakat dalam membendung air laut yang mulai merambah ke areal pertanian.
Di tengah perjalanan, Pj Bupati menyaksikan kondisi lahan cabai yang terlihat tidak sehat. "Saya langsung menghubungi dinas pertanian provinsi untuk segera mengambil langkah penanganan," ujarnya.
"Respon cepat diberikan oleh BPTH Provinsi Sulawesi Selatan. Hanya berselang 20 jam sejak laporan diterima, tim BPTH langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan langkah-langkah penanggulangan", ujarnya, Selasa, 20 Agustus 2024.
Dengan adanya aksi cepat ini, diharapkan penyebaran virus trips dapat dikendalikan sehingga hasil produksi cabai di Desa Lentu bisa kembali normal. Para petani pun menyambut baik tindakan cepat pemerintah daerah dan berharap kondisi ini dapat segera teratasi. (*)
BERITA TERKAIT
-
Roadshow Pembagian Seragam Gratis Berlanjut, Bupati Jeneponto Tinjau Langsung Kondisi Sekolah dan Serap Aspirasi Siswa
-
Menteri ATR/BPN Pimpin Rakor Finalisasi LP2B, Bupati Jeneponto Tegaskan Komitmen Jaga Lahan Pertanian
-
Bupati Jeneponto Terima Tim SSB Turatea City U-11, Apresiasi Juara Piala Soccer For Equality Sulsel 2026
-
Temui Hamka B Kady, Bupati Jeneponto Harap Dukungan Peningkatan Infrastruktur Jalan Hingga Pembangunan Pasar Turatea
-
Bupati Jeneponto Lepas Kontingen Porsenijar PGRI 2026, Targetkan Prestasi dan Junjung Sportivitas