Peringatan Terhadap Lalim dalam Berdoa: Petunjuk dari Al-Qur'an dan Hadis
Contoh sikap lalim dalam berdoa termasuk meminta untuk melakukan dosa, mengharapkan bencana menimpa orang lain, atau memohon agar hubungan kekerabatan terputus.
BUKAMATANEWS - Dalam berdoa, penting bagi kita untuk menghindari sikap lalim atau tidak adil. Lalim dalam berdoa berarti berdoa untuk hal-hal yang tidak baik, seperti melakukan dosa atau memutuskan hubungan kekerabatan. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan kita akan munculnya orang-orang yang lalim dalam berdoa, seperti yang diriwayatkan dalam hadis:

"Akan muncul sekelompok orang yang lalim dalam berdoa." (HR. Ahmad, Abu Daud, dan yang lainnya; hadis hasan sahih)
Allah ta’ala juga memberikan petunjuk dalam Al-Qur'an tentang bagaimana seharusnya kita berdoa:
"Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut." (QS. Al-A’raf: 55)
Contoh sikap lalim dalam berdoa termasuk meminta untuk melakukan dosa, mengharapkan bencana menimpa orang lain, atau memohon agar hubungan kekerabatan terputus. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Di muka bumi ini, tidak ada seorang muslim pun yang memanjatkan doa kepada Allah melainkan Allah pasti akan memberi hal yang dipintanya atau Allah akan memalingkannya dari keburukan yang senilai dengan isi doanya, sepanjang dia tidak memohon doa yang mengandung dosa atau pemutusan hubungan kekerabatan." (HR. Turmudzi dan Ahmad; dinilai sebagai hadis hasan-shahih oleh Al-Albani).
Kesabaran dalam menanti terkabulnya doa adalah hal yang sangat dianjurkan. Selain itu, memperbanyak amalan saleh yang dapat menjadi sebab terkabulnya doa dan menjauhi segala kesalahan yang bisa menyebabkan doa tidak terkabul juga sangat penting.
Marilah kita selalu memohon kepada Allah agar doa-doa kita tidak ditolak dan berusaha untuk berdoa dengan cara yang benar. Berikut adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, juga dari doa yang tidak terkabul." (HR. Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasa’i; hadis sahih).
Dengan mengikuti petunjuk ini, semoga kita terhindar dari lalim dalam berdoa dan doa-doa kita dapat diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
