Redaksi
Redaksi

Rabu, 10 Juli 2024 23:35

Malam yang Penuh Berkah: Sholat Tahajud dan Keutamaannya

Malam yang Penuh Berkah: Sholat Tahajud dan Keutamaannya

Sholat tahajud bukan sekadar ibadah malam, tetapi sebuah jalan menuju maqam yang terpuji, di mana rahmat dan syafaat Allah SWT akan tercurah bagi umat-Nya.

BUKAMATANEWS - Sholat tahajud, salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW, merupakan amalan istimewa yang dilakukan pada malam hari setelah tidur. Waktu paling utama untuk menunaikannya adalah pada pengujung malam, saat suasana hening dan penuh kedamaian.

Allah SWT, melalui surat Al-Isra ayat 79, memerintahkan Nabi Muhammad SAW dan umatnya untuk mendirikan sholat tahajud. Ayat ini menegaskan pentingnya kedudukan sholat tahajud, sebagai berikut:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

"Pada sebagian malam lakukanlah sholat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, ayat ini memerintahkan Rasulullah dan kaum Muslimin untuk bangun di malam hari demi melaksanakan Sholat tahajud. Sholat malam ini adalah tambahan atas sholat wajib, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah. Ketika Rasulullah SAW ditanya tentang sholat yang paling utama setelah sholat lima waktu, beliau menjawab, "Sholat tahajud."

Dalam berbagai riwayat sahih, seperti yang disampaikan oleh 'A'isyah dan Ibnu 'Abbas, diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW selalu bangun di tengah malam untuk menunaikan sholat tahajud. Kebiasaan ini menjadi dasar hukum bahwa sholat tahajud disunahkan bagi umat Muslim, setelah tidur sejenak di malam hari.

Sholat tahajud merupakan ibadah tambahan bagi Rasulullah SAW selain sholat lima waktu, menjadikannya wajib bagi beliau, sementara bagi umatnya adalah sunah. Sholat ini memiliki tujuan mulia, yaitu agar Allah SWT menempatkan Nabi Muhammad SAW pada maqam mahmudan (tempat yang terpuji).

Maqam mahmudan merujuk pada syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat, saat manusia mengalami kesulitan yang luar biasa. Hanya permohonan Nabi Muhammad SAW yang dapat melapangkan dan meringankan penderitaan umat manusia pada hari tersebut. Rasulullah SAW bersabda, "Maksud maqam mahmudan dalam ayat ini adalah syafaatku" (HR. Tirmizi dari Abu Hurairah).

Dalam sebuah riwayat yang sahih, Rasulullah SAW juga menyatakan bahwa siapa yang membaca doa setelah mendengar azan, "Wahai Tuhanku, Tuhan yang memiliki seruan yang sempurna dan sholat yang dikerjakan ini, berilah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan dan angkatlah ia kepada maqam mahmud yang telah Engkau janjikan kepadanya," maka dia akan memperoleh syafaat dari Rasulullah SAW.

Pada hari kiamat, umat manusia akan menghadapi tiga ketakutan besar dan mencari pertolongan. Mereka akan mendatangi para nabi mulai dari Adam hingga Isa, yang semuanya akan mengarahkan mereka kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau kemudian akan memohon kepada Allah dan diberi izin untuk memberi syafaat kepada umat manusia.

Dari ayat dan hadis-hadis di atas, dipahami bahwa Nabi Muhammad SAW dengan sholat tahajud akan diangkat oleh Allah SWT ke tempat yang terpuji, untuk memintakan syafaat bagi umat manusia di Padang Mahsyar. Umat manusia yang beramal saleh dan berperilaku baik di dunia akan memperoleh syafaat ini, diampuni dosanya, atau dinaikkan derajatnya oleh Allah SWT.

Sholat tahajud bukan sekadar ibadah malam, tetapi sebuah jalan menuju maqam yang terpuji, di mana rahmat dan syafaat Allah SWT akan tercurah bagi umat-Nya. Mari kita ambil kesempatan ini untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui sholat tahajud.

#Sholat Tahajud

Berita Populer