GORONTALO, BUKAMATA – Korban longsor yang terjadi di tambang emas ilegal Desa Tulabolo Timur, Suwawa Timur, Bone Bolango, Gorontalo, pada Sabtu, 7 Juli 2024, terus bertambah. Berdasarkan data Basarnas, sampai hari ini, Selasa, 9 Juli 2024, pukul 16.20 Wita, korban tewas berjumlah 23 orang, serta 35 orang dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
Basarnas telah mengerahkan pasukan khusus atau regu elite Basarnas Spesial Grup (BSG) untuk memaksimalkan upaya pencarian korban bencana longsor pada areal tambang emas rakyat tersebut.
"Tadi regu BSG sudah tiba di Gorontalo," kata Deputi Operasi Basarnas Brigadir Jenderal TNI Edy Prakoso di Jakarta, Selasa, 9 Juli 2024.
Regu elit Basarnas Spesial Grup (BSG) merupakan personel terpilih melalui seleksi ketat. Setiap individunya memiliki kemampuan fisik dan mental prima serta berkeahlian khusus dalam bidang SAR gunung hutan, penyelaman laut, medis darurat, termasuk pengoperasian perangkat berteknologi canggih.
Sulitnya medan akses menuju lokasi bencana dan tantangan alam yang dihadapi tim gabungan di lapangan, kata dia, membuat operasi SAR ini membutuhkan keahlian khusus dan strategi rumit karena memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Oleh karena itu, pimpinan Basarnas menilai perlu dilakukan pengerahan regu BSG dengan harapan bencana longsor di areal tambang tersebut tidak berdampak makin luas hingga lebih banyak menimbulkan korban. (*)
BERITA TERKAIT
-
Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar, Delapan Orang Tewas
-
Bupati Maros Raih Penghargaan dari Basarnas atas Dukungan SAR Kecelakaan Pesawat di Bulusaraung
-
Lewat Sidik Jari, Identitas Tujuh Korban Kecelakaan ATR 42-500 Terungkap
-
Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung Resmi Ditutup
-
Seluruh Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Sudah Berhasil Ditemukan