Redaksi : Sabtu, 22 Juni 2024 13:02

MAROS, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Maros mengambil langkah progresif untuk mengurangi dampak negatif penggunaan plastik terhadap lingkungan. Dalam distribusi daging kurban tahun ini, Pemkab Maros menggantikan kantong plastik konvensional dengan besek bambu anyaman.

Langkah ini diungkapkan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkab Maros, Andi Darmawan. Menurutnya, penggunaan besek bambu adalah solusi untuk mengatasi pencemaran lingkungan. “Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyembelih sapi kurban dan menyetorkan 25 kg daging ke Kesra. Daging tersebut kemudian dibungkus dalam besek bambu sebelum didistribusikan ke 875 penerima yang layak seperti masyarakat umum, tukang becak, guru mengaji, dan petugas kebersihan,” jelasnya.

Andi Darmawan menekankan bahwa setiap OPD hanya menyetorkan jumlah sesuai dengan kebutuhan internalnya dan memastikan bahwa penerima daging kurban mencakup semua lapisan masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini, sebanyak 35 ekor sapi disembelih oleh berbagai OPD pada Hari Raya Idul Adha 1445 H, menunjukkan keseriusan Pemkab Maros dalam menyediakan bantuan sosial secara inklusif dan berkelanjutan.

Penggunaan besek bambu, yang ramah lingkungan, dapat digunakan berulang kali dan mudah terurai secara alami, menggantikan kantong plastik yang biasa digunakan dalam pembagian daging kurban di banyak tempat. “Inisiatif ini tidak hanya memperhatikan kesejahteraan sosial, tetapi juga menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Maros dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan nyata pengurangan limbah plastik,” tambah Andi Darmawan.

Ia berharap langkah ini bisa menjadi contoh positif bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan global terkait manajemen sampah plastik. Pemkab Maros terus berupaya untuk memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.