MAROS, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Maros menyerahkan 20 mesin jahit kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan menjahit. Penyerahan dilakukan di Lapangan Pallanting.
Kepala Dinas Sosial, Suwardi Sawedi, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama 15 hari, dari 27 Mei hingga 14 Juni, di Lembaga Kursus dan Pelatihan Melati. Peserta pelatihan berasal dari keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan tergolong tidak mampu.
Total anggaran untuk 20 mesin jahit mencapai Rp51.760.000. Suwardi, yang juga merupakan mantan Camat Cenrana, menyebutkan bahwa peserta pelatihan yang menerima mesin jahit berasal dari empat kecamatan: Turikale, Mallawa, Cenrana, dan Maros Baru. "Hanya empat kecamatan itu yang mengusulkan waktu musrenbang, jadi itu yang kami cover," ujar Suwardi.
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia dari keluarga yang terdata pada DTKS. "Dengan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat membantu perekonomian keluarganya dan menjadi lebih mandiri," tutupnya.
Pelatihan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Maros untuk memberdayakan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan melalui peningkatan keterampilan dan penyediaan sarana kerja.
BERITA TERKAIT
-
Bupati Maros Genjot Pembangunan Perikanan, Gandeng KKP untuk Perkuat Ekonomi Nelayan
-
Patuh Instruksi Mendagri, Bupati Maros Batalkan Semua Agenda Luar Kota
-
Bupati Maros Lepas Calon Siswa Sekolah Rakyat Tahap 2, Pastikan Akses Pendidikan Berkualitas untuk Anak Kurang Mampu
-
Aksi Heroik Pak Ogah Bantu Ambulans Viral, Bupati Maros Beri Penghargaan
-
Bupati Maros Kukuhkan 824 Pengurus Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Desa Tumbuh Merata