DP2 Makassar Temukan 192 Hewan tak Layak Kurban
Temuan DP2 Makassar paling banyak usia hewan kurban yang belum 2 tahun.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar mengerahkan tim untuk memeriksa kelayakan hewan kurban yang di jual pedagang. Selama 2 hari turun pemeriksaan, DP2 Makassar menemukan setidaknya 192 hewan tak layak kurban.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2 Kota Makassar, Mirdayanti mengatakan pihaknya sudah turun melakukan pemeriksaan hewan kurban yang dijual pedagang di Kota Makassar. Hingga hari kedua, kata Mirdayanti, DP2 Makassar setidaknya sudah memeriksa 2.065 ekor hewan kurban baik kambing dan sapi.
"Untuk hari ini jumlah hewan kurban terperiksa sebanyak 1.115 ekor. Terdiri dari sapi sebanyak 1.027 ekor dan kambing sebanyak 88 ekor," ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/6).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Mirdayanti, untuk hewan kurban sapi DP2 Makassar menilai 854 ekor. Sementara sapi yang tidak layak 173 ekor.

"Untuk kambing layak sebanyak 69 ekor dan tidak layak ada 19 ekor," tuturnya.
Mirdayanti menjelaskan total 192 ekor hewan kurban yang diperiksa tidak layak. Mirdayanti menyebut hewan kurban tidak layak tersebut karena tidak cukup umur dan ditemukannya cacat.
"Tidak layaknya itu dalam artian kemungkinan tidak cukup umur, karena kan kalau sapi minimal 2 tahun. Kebanyakan itu yang kita dapatkan, ada juga yang cacat di pinggang," bebernya.
Sementara itu, tim dokter hewan pemeriksa, drh Muh Reza Bakri menambahkan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tiga titik di Kota Makassar. Reza menyebut banyak menemukan hewan kurban yang dijual pedagang belum cukup umur.
"Saat pemeriksaan, jelas ada yang tidak layak dari kebanyakan segi umur. Terus sisi fisik, kebanyakan kayak cacat telinga, mata, atau anomali di buah zakarnya," sebutnya.
Reza mengaku memeriksa antemortem hewan kurban yang dijual pedagang. Selain itu, pihaknya juga mengambil sampel darah hewan kurban yang dijual.
"Sampel darah untuk pemeriksaan dilakukan di laboratorium, terkait pemeriksaan Anthrax. Karena memang setiap momen hari raya kurban yang perlu diwaspadai itu Anthrax. Kita di Sulsel, khususnya Indonesia belum bebas Anthrax," ucapnya. (*)
News Feed
Geliat Ekonomi dan Seni Budaya Festival FBB Sukses Sedot Ribuan Pengunjung dalam Dua Hari
03 November 2026 10:45
Respons Cepat Damkarmat Makassar, Kobaran Api di Maccini Raya Dikuasai dalam 12 Menit
03 November 2026 10:28
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPKB Gelar Pemilihan Duta GenRe dan Wisuda 350 Lansia
03 November 2026 10:17
Resmi Tutup MUSDA Golkar Maros, Supriansa : Hilangkan Sekat dalam Kepengurusan
03 November 2026 05:03
Berita Populer
03 November 2026 12:46
03 November 2026 05:03
03 November 2026 10:17
03 November 2026 10:28
03 November 2026 10:45
