BUKAMATA - Sebuah video yang viral di media sosial menunjukkan seorang pria diduga turis asal Indonesia menggoyangkan dahan pohon sakura agar kelopak bunga berguguran, sementara seorang perempuan muda memegang kamera untuk mengambil foto anak laki-laki di bawah bunga sakura yang jatuh.
Dalam video tersebut, terdengar penggunaan bahasa Indonesia oleh para turis tersebut.
Menurut FromJapan.Info, baik turis lokal maupun mancanegara dilarang menyentuh atau mengganggu pohon sakura, karena periode mekarnya bunga sakura sangat singkat dan bunga sakura serta kelopaknya sangat rapuh.
Masyarakat Jepang mengadakan tradisi hanami, yang berarti 'melihat bunga', di mana mereka berkumpul di bawah pohon sakura untuk menikmati keindahannya.
Namun, mereka tidak boleh menyentuh atau merusak pohon sakura, karena dapat mengganggu pertumbuhan dan bahkan menyebabkan kematian pohon.
Turis juga diimbau untuk membawa kantong sendiri untuk sampah, karena hanya sedikit tempat sampah di lokasi hanami, dan membuang sampah secara bertanggung jawab.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Qris Bisa Digunakan di Jepang 17 Agustus, Negara Lainnya Menyusul
-
PDAM Makassar Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Suido Technical Service Jepang
-
Jepang Bakal Perketat Imigrasi untuk Atasi Turis yang Tak Bayar Rumah Sakit
-
Mulai 2029, Wisatawan akan Diskrining Sebelum Kunjungi Jepang
-
Jaga Budaya, Gubernur Bali Tolak Program KB '2 Anak Cukup'