Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Hingga saat ini upaya pencarian terhadap 21 ABK KM Dewi Jaya 02 terus dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak, baik Pemerintah, Basarnas, TNI Polri, Tagana Dinsos, BPBD dan masyarakat dengan sumberdaya yang ada.
SELAYAR, BUKAMATA - Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Ujang Darmawan Hadi Saputra, memberikan keterangan Pers sehubungan dengan update informasi tenggelamnya KM Dewi Jaya 02 di Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Ia menjelaskan, setelah berkoordinasi dengan pihak Syahbandar dan mengkroscek dokumen kapal naas tersebut, diketahui bahwa kapal ini bernama KM Yuiee Jaya 02 GT 93, milik Perusahaan PT Starindo Jaya Sukses.
“Perlu kami jelaskan disini kronologis bahwa terkait tenggelamnya kapal yang diketahui bernama KM Dewi Jaya 02 yang viral di media social, kami revisi bahwa nama kapal tersebut adalah KM Yuiee Jaya 2 GT 93 warna orange. Jumlah muatan kapal sekitar 70 ton (Bahan Pembuatan Rumpon, seperti Batu, Kayu, Daun Kelapa, Tali, dsb), dengan jumlah ABK kapal sebanyak 35 orang,” ungkap Kapolres kepada media usai melakukan pertemuan dengan pihak Pos TNI AL, Pos Basarnas, BPBD, Syahbandar, dan Dinsos di Kantor Sat Polair, Rabu, 13 Maret 2024.
Kapolres menjelaskan, nama Dewi Jaya 02 muncul berdasarkan keterangan Kapten atas nama Sun Hen (57) yang belum terlalu fasih berbahasa Indonesia, sehingga kemungkinan ada kesalahan pelafalan.
Adapun kronologis tenggelamnya kapal tersebut, dijelaskan Kapolres, pada hari Minggu, 3 Maret 2024, sekitar pukul 16.00 WIB, kapal milik Perusahaan PT. Starindo Jaya Sukses tersebut berangkat dari Pelabuhan Muara Baru Jakarta Utara menuju perairan Papua Barat, dan melintas di Perairan Selayar untuk mencari ikan, dengan muatan seberat 70 ton, antara lain batu, tali, daun kelapa, jaring dan peralatan mancing yang digunakan sebagai bahan membuat rumpon.
“Kapal tenggelam tanggal 9 Maret 2024 sekitar pukul 03.00 WITA, akibat cuaca buruk saat berlayar antara Pulau Jampea dan Pulau Kayuadi Kepulauan Selayar. Sampai saat ini, korban yang ditemukan berjumlah 14 orang, 12 diantaranya selamat dan 2 ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tutur Kapolres.
Dari jumlah ABK 35 orang dikurangi 14 yang sudah ditemukan, sehingga masih ada 21 orang ABK yang hingga saat ini belum diketahui nasibnya. Hingga saat ini, korban yang selamat masih dirawat secara intensif di RSUD Pratama Jampea dan Puskesmas Desa Kayuadi, Kecamatan Taka Bonerate, serta ada juga yang menjalani perawatan di Pustu Rajuni dan Jinato.
Kapolres menambahkan, hingga saat ini upaya pencarian terus dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak, baik Pemerintah, Basarnas, TNI Polri, Tagana Dinsos, BPBD dan masyarakat dengan sumberdaya yang ada.
“Di Selayar ini kita menghadapi kendala keterbatasan peralatan dan saat ini cuaca masih kurang bersahabat, tapi saya sampaikan bahwa upaya pencarian masih terus dilakukan,” jelasnya.
Untuk diketahui per hari ini, Rabu, 13 Maret 2024, korban selamat bertambah jadi 12 orang setelah ditemukannya Ahmad Subhan, alamat Pekalongan, Jawa Tengah, oleh nelayan di Perairan Pulau Jinato, Kecamatan Taka Bonerate.
Ditanya tentang adanya kemungkinan pidana pelayaran dalam kejadian naas ini, Kapolres mengatakan akan melakukan pendalaman. Namun untuk saat ini pihaknya fokus untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan serta evakuasi korban.
“Kita akan dalami bersama, tapi saat ini kita fokus dulu melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban, khususnya yang belum ditemukan bersama rekan-rekan dari pihak Pemerintah, Basarnas, Syahbandar, TNI dan Stakeholder lainnya,” jelas Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban yang ditemukan meninggal dan berharap agar korban yang belum ditemukan dan belum diketahui nasibnya dapat segera ditemukan. (*)
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33