Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 26 Februari 2024 18:09

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, membuka Program Born to Defence untuk SDM Pengelolaan Keamanan Siber Sektor Infrastruktur Informasi Vital Pelatihan Level 1 Security Operations Center Analyst Provinsi Sulawesi Selatan Badan Siber dan Sandi Negara Tahun Anggaran 2024, di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 26 Februari 2024.
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, membuka Program Born to Defence untuk SDM Pengelolaan Keamanan Siber Sektor Infrastruktur Informasi Vital Pelatihan Level 1 Security Operations Center Analyst Provinsi Sulawesi Selatan Badan Siber dan Sandi Negara Tahun Anggaran 2024, di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 26 Februari 2024.

Buka Pelatihan Pengelolaan Keamanan Siber, Pj Gubernur Harap Tingkatkan Kualifikasi SDM

SPBE nanti dari kabupaten kota, provinsi bahkan level desa dan publik terkoneksi dengan IKN. Sehingga, perlu memiliki rancang bangun sistem siber dalam jangka panjang.

MAKASSAR, BUKAMATA - Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, membuka Program Born to Defence untuk SDM Pengelolaan Keamanan Siber Sektor Infrastruktur Informasi Vital Pelatihan Level 1 Security Operations Center Analyst Provinsi Sulawesi Selatan Badan Siber dan Sandi Negara Tahun Anggaran 2024, di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 26 Februari 2024.

Hadir juga Deputi Bidang Keamanan Siber Sandi Pemerintah dan Pembangunan Manusia, Sulistyo serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Stastik dan Persandian (Kominfo) Sulsel, Andi Winarno Eka. Kegiatan berlangsung dari 26 Februari - 1 Maret 2024, dan diikuti Dinas Kominfo kabupaten dan kota.

"Dalam waktu tersebut akan mengalami proses pembelajaran, untuk menguasai seluruh materi pelatihan yang diberikan oleh para Widyaswara. Diharapkan akan memiliki kompetensi dalam memantau aspek teknologi informasi, mendeteksi kerentangan serta menganalisis dan mengelola," kata Deputi Bidang Keamanan Siber Sandi Pemerintah dan Pembangunan Manusia, Sulistyo.

Sulistyo berharap, SDM terkait memiliki kemampuan melakukan perlindungan dan mitigasi serta deteksi dan identifikasi pada masalah pada pengelolaan teknologi informasi. Sehingga jika ada pemberitahuan dari sistem ataupun identifikasi yang dilakukan secara langsung untuk dapat direspon secepatnya dan ditindaklanjuti.

"Salah satu tugas memonitoring adanya anomali traffic di ruang siber. Jika ada, disampaikan kepada stakeholder terkait, bahwa teridentifikasi ada aktivitas-aktivitas yang mencurigakan," terangnya.

Ia mengharapkan pemerintah daerah memiliki Security Operation Center (SOC) sehingga resiko besar kebocoron sistem eletronik dapat dihindari.

"Sistem eletronik yang menjadi tanggung jawab tersebut penting karena saat ini sedang dilakukan sistem pemerintahan eletronik. Semua layanan menjadi tanggung jawab dari kepala daerah, tanggung jawab Kominfo supaya layanan itu aman," ujarnya.

Sementara, Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, berharap pelatihan ini akan meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia yang dimiliki oleh Dinas Kominfo. Apalagi, dengan diterapkannya Sistem Pemerintahan Berbasis Eletronik (SPBE) di Indonesia, agar dapat didukung oleh pemerintah daerah sehingga saling terkoneksi.

"SPBE nanti dari kabupaten kota, provinsi bahkan level desa dan publik terkoneksi dengan IKN. Sehingga, perlu memiliki rancang bangun sistem siber dalam jangka panjang," kata Bahtiar. (*)

#Pemprov Sulsel #Bahtiar Baharuddin #Badan Sandi Negara

Berita Populer