BUKAMATA - Pada akhir tahun 2023 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Dari data BPS pada kuartal IV-2023 menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,04% secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 4,94% YoY.
Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada harga berlaku mencapai Rp 5.302,5 triliun, sementara pada harga konstan sebesar Rp 3.139,1 triliun.
Capaian pertumbuhan tersebut dianggap solid, melampaui pencapaian pada periode Oktober 2022 hingga Desember 2022 yang sebesar 5,01% YoY.
"Dengan capaian ini, ekonomi Indonesia terlihat tetap solid dan tangguh, dengan pertumbuhan yang terjaga baik," terang Amalia dalam konferensi pers, Senin (5/2) di Jakarta.
Pertumbuhan ekonomi di akhir tahun lalu didukung oleh indikator perekonomian domestik yang kuat, termasuk aktivitas manufaktur yang berada di zona ekspansi, pertumbuhan investasi dalam negeri dan asing sebesar 16,20% YoY, serta peningkatan mobilitas masyarakat
Respons kebijakan otoritas, seperti pengendalian inflasi, juga diakui sebagai faktor yang turut menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Terjadi Deflasi di Luwu Timur 0,64 Persen, Dipengaruhi Kelompok Makanan dan Minuman
-
Termasuk Sulsel, 21 Provinsi di Indonesia Alami Penurunan IPH
-
September 2025, BPS Catat Inflasi di Luwu Timur 4,27 Persen
-
Ekonomi Luwu Timur Tumbuh 5,92 Persen
-
Angka Kemiskinan Sulsel Turun Jadi 7,60 Persen, Terendah dalam Enam Tahun Terakhir