Studi Terbaru Ungkap Populasi Manusia Dunia Diduga Jauh Lebih Besar dari Data Resmi
02 Februari 2026 18:00
Cameron menyatakan bahwa pemimpin Hamas harus meninggalkan Gaza sebelum Inggris dapat mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
BUKAMATA -Menteri Luar Negeri Inggris, David Cameron, menegaskan bahwa Inggris dapat mendeklarasikan pengakuan terhadap kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari solusi dua negara tanpa menunggu hasil dari perundingan damai Israel-Palestina, yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.
"Pengakuan Inggris terhadap Palestina sebagai negara merdeka, termasuk di PBB, tidak harus menjadi awal dari proses, tetapi juga tidak harus menjadi akhir dari proses," ucap Cameron kepada Associated Press pada Kamis.
"Ini bisa menjadi sesuatu yang kami anggap sebagai proses, seiring dengan kemajuan menuju solusi, menjadi lebih nyata," tambahnya.
Cameron menekankan perlunya memberikan "cakrawala bagi rakyat Palestina menuju masa depan yang lebih baik, masa depan dengan negara mereka sendiri."
"Prospek ini sangat penting untuk perdamaian dan keamanan jangka panjang di kawasan ini," kata Cameron seperti dikutip oleh Al Jazeera.
Meskipun demikian, Cameron menetapkan dua syarat yang harus terpenuhi untuk mengakui kedaulatan Palestina:
Gencatan Senjata Dulu
Menlu Inggris, David Cameron, menyatakan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan "jeda pertempuran" di Gaza sebelum mengakui kemerdekaan Palestina.
Cameron mendorong upaya "jeda pertempuran" di Gaza pada akhirnya akan menjadi "gencatan senjata permanen dan berkelanjutan."
Gaza Tanpa Hamas
Cameron menyatakan bahwa pemimpin Hamas harus meninggalkan Gaza sebelum Inggris dapat mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
"Anda tidak bisa mendapatkan solusi dua negara jika Gaza masih dikuasai oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas serangan pada 7 Oktober," tegas Cameron.
Hamas melancarkan serangkaian serangan, termasuk penyanderaan ratusan warga di perbatasan Israel pada 7 Oktober.
Ini memicu agresi Israel di Gaza yang brutal, menyebabkan lebih dari 27 ribu korban dan melukai lebih dari 60 ribu orang. Negosiasi masih berlangsung antara Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata baru yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut kemungkinan mencakup pembebasan sandera oleh Hamas dan pembebasan tahanan warga Palestina di Israel.
02 Februari 2026 18:00
02 Februari 2026 17:44
02 Februari 2026 15:18
02 Februari 2026 13:53
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43