Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Angka stunting Jeneponto masih sangat tinggi. Olehnya, menghadirkan satu kelurahan yang bebas stunting dapat menjadi role model bagi lahirnya kelurahan zero stunting lainnya.
JENEPONTO, BUKAMATA - Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri, mendorong lahirnya kelurahan zero stunting. Cita-cita besar itu ia sampaikan saat menghadiri rapat bersama pengurus Asosiasi Pemerintah Kelurahan Seluruh Indonesia (Apkesi), Sabtu, 6 Januari 2024.
Kegiatan yang digelar di Hutan Mangrove Monro-monro tersebut dihadiri oleh Lurah se Kabupaten Jeneponto. Pada kesempatan itu (Pj) Bupati Jeneponto Junaedi Bakri menjelaskan pentingnya menghadirkan satu kelurahan yang tidak memiliki anak terdampak stunting.
Menurutnya, hal itu dapat diwujudkan melalui cara memfokuskan seluruh program pengentasan stunting ke satu kelurahan dengan tanpa mengabaikan kelurahan lainnya.
"Kami berharap Apkesi dapat mengindentifikasi dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah, sekiranya ada satu kelurahan yang representatif untuk dikeroyok atau diberikan prioritas program pengentasan stunting, dengan tentu saja tidak mengabaikan kelurahan lainnya," jelasnya.
Dengan begitu, lanjut Junaedi, satu-persatu kelurahan zero stunting akan muncul dan menjamur sehingga citra kabupaten Jeneponto kedepannya sebagai kabupaten dengan angka stunting yang tinggi dapat dihilangkan.
"Angka stunting Jeneponto masih sangat tinggi. Olehnya, menghadirkan satu kelurahan yang bebas stunting dapat menjadi role model bagi lahirnya kelurahan zero stunting lainnya," tambahnya. (*)
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33