RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara
18 Juni 2026 19:34
Sri Mulyani menjelaskan bahwa realisasi subsidi BBM dan LPG 3 kg sebesar Rp 95,6 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai Rp 115,6 triliun.
BUKAMATA - Kementerian Keuangan melaporkan bahwa realisasi subsidi energi sepanjang tahun 2023 mencapai Rp 164,3 triliun, mencerminkan 72,25% dari pagu anggaran APBN 2023 sebesar Rp 209,9 triliun.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, realisasi belanja subsidi ini mengalami penurunan yang signifikan, terutama karena turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dalam konferensi pers APBN KITA pada Selasa kemarin Sri Mulyani menjelaskan bahwa realisasi subsidi BBM dan LPG 3 kg sebesar Rp 95,6 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai Rp 115,6 triliun.
Detail realisasi mencakup alokasi 16,5 juta kilo liter (KL) untuk BBM (solar dan minyak tanah), dan LPG 3 kg dengan volume sebesar 407,7 juta metrik ton. Sri Mulyani menegaskan bahwa angka ini sesuai dengan ketentuan UU APBN 2023.
Sementara itu, subsidi listrik mencapai Rp 68,7 triliun, mengalami kenaikan sebesar 22% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 56,2 triliun.
Dalam upaya meningkatkan akurasi penggunaan subsidi energi, pemerintah telah mengimplementasikan berbagai strategi, termasuk pendistribusian LPG 3 kg dengan pendataan pengguna berbasis teknologi, registrasi konsumen pengguna BBM melalui aplikasi MyPertamina, dan pembatasan pembelian BBM bersubsidi. Sri Mulyani berharap langkah-langkah ini akan memastikan subsidi energi tepat sasaran dan efisien.