Hikmah : Selasa, 02 Januari 2024 11:27

BUKAMATA- Korban kebakaran tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan PT Morowali Industrial Park (IMIP) Sulawesi Tengah bertambah menjadi 20 orang.

Sahrul (23), seorang pekerja, menjadi korban ke-20 setelah mengembuskan napasnya setelah menjalani dua kali operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Minggu (31/12/2023) sore.

Dalam rilis akhir tahun, polisi memastikan akan segera menetapkan tersangka dalam kejadian kecelakaan kerja yang merenggut nyawa 20 pekerja tersebut.

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menegaskan akan melakukan gelar perkara setelah memeriksa 28 saksi.

"Gelar perkara akan dilakukan. Kalau tersangka sudah ada yang mengarah ke sana. Soal berapa yang tersangka atau siapa kita tunggu hasil gelar perkara," ungkap Kapolda Sulteng Irjen Agus Nugroho di Palu, seperti dikutip dari Kompas.id, Selasa 2 Januari 2024.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kejadian ini disebabkan oleh beberapa pelanggaran prosedur standar operasional.

Pelanggaran tersebut mencakup aspek petugas, metode, hingga keputusan yang seharusnya diambil oleh pemangku kewenangan.

Korban tewas akibat ledakan tungku smelter ini mencapai 20 orang, dengan Sahrul sebagai korban terakhir yang meninggal di RSUD Saweigading, Palopo, pada Minggu (31/12/2023).

Direktur Administrasi Keuangan dan Bina Program RSUD Sawerigading Palopo, Harmawati, menyampaikan bahwa korban sempat menjalani dua kali operasi sebelum akhirnya meninggal.

"Pihak perusahaan yang mempekerjakan, yakni IMIP Morowali, meminta untuk dirujuk ke Rumah Sakit Primaya dan mereka sudah siapkan keberangkatan menggunakan pesawat via bandara Laga Ligo Bua Luwu, Minggu (31/12/2023) pagi tadi. Namun, korban meninggal pukul 13.40 Wita," kata Harmawati.

Kini, jenazah korban dibawa ke kampung halamannya menggunakan ambulans RSUD Sawerigading Palopo. Tragedi kebakaran tungku smelter PT ITSS ini terjadi pada Minggu (24/12/2023), dan telah merenggut nyawa 20 pekerja.