BUKAMATA - Pada tahun 2024, pemerintah menyiapkan anggaran subsidi sebesar Rp 47,78 triliun untuk mendukung penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembayaran subsidi bunga/marjin KUR tahun berjalan dan carry over subsidi bunga/marjin KUR dari periode sebelumnya.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran tersebut tidak hanya fokus pada kuantitas penyaluran KUR, melainkan juga memprioritaskan kualitas.
Beberapa perubahan kebijakan juga akan diterapkan, termasuk terkait kepesertaan debitur KUR di program perlindungan sosial ketenagakerjaan.
"KUR di tahun 2024 akan melanjutkan penyaluran dengan mempertegas beberapa ketentuan yang berlaku pada kebijakan penyaluran KUR Tahun 2023," kata Ferry.
Selaras dengan optimalisasi penyaluran KUR, Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) juga akan mengalami pemutakhiran.
Peningkatan fitur, seperti penambahan data requirement dataset, pemutakhiran perhitungan subsidi, dan pengiriman transaksi debitur setiap bulan, akan dilakukan.
Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Gede Adi Prasetya, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan sinergi antara semua stakeholder KUR, termasuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, penyalur KUR, dan penjamin KUR.
Per November 2023, penyaluran KUR mencapai Rp 229,95 triliun atau 77,42% dari target tahun 2023, memberikan dukungan ke 4,12 juta debitur.
BERITA TERKAIT
-
Menko Perekonomian Saksikan Akad Massal 800 Ribu Debitur KUR, Sulsel Hadirkan Seribu Pelaku UMKM
-
Minta Dukungan OJK, Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry Dorong Swasembada Pangan Melalui KUR
-
Pemerintah Target Penyaluran KUR Capai Rp300 Triliun
-
Ada 4 Juta Hektar Lahan Tidur di Sulsel, Kapolda dan Pangdam Dorong Masyarakat Manfaatkan
-
BI Siap Support Pengembangan Sektor Pertanian, Perikanan, dan Peternakan di Sulsel