BUKAMATA - Gunung Semeru, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan tinggi mencapai 1.000 meter atau setara dengan 1 kilometer dari puncaknya pada Senin 25 Desember tadi pagi.
Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan. Erupsi juga disertai awan panas yang meluncur sejauh 3.000 meter ke arah tenggara.
Badan Geologi PVMBG dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menyampaikan bahwa erupsi ini tercatat dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 4 menit 8 detik, seperti yang diinformasikan oleh Pos Pengamatan Gunungapi Semeru melalui keterangan tertulis detikJatim.
Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Penduduk juga diberikan imbauan untuk tidak melakukan kegiatan dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.
Keterangan resmi juga menegaskan larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena risiko lontaran batu (pijar).
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Semeru Erupsi Tiga Kali Jumat Pagi, Letusan Capai 400 Meter
-
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas hingga 3000 Meter
-
Gunung Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas Sejauh 5 Kilo Meter
-
Bertambah 1 Korban Jiwa, Potongan Tubuh Ditemukan Dampak Erupsi Semeru
-
Banjir Lahar Semeru Jebol Tanggul Masuk ke Pemukiman Warga