Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
BP2MI mencatat lonjakan aduan kasus dari pekerja migran setiap tahunnya, dengan angka mencapai 1.923 laporan pada tahun 2023.
BUKAMATANEWS - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat lonjakan aduan kasus dari pekerja migran setiap tahunnya, dengan angka mencapai 1.923 laporan pada tahun 2023. Menariknya, dari jumlah tersebut, Sekretaris Utama BP2MI, Rinaldi, mengungkapkan bahwa perempuan mendominasi aduan dengan 1.140 laporan, sedangkan laki-laki mencapai 743 laporan.
Dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (20/12/2023), Rinaldi menjelaskan bahwa dari total laporan, 526 kasus telah berhasil diselesaikan. Dari kategori yang telah diatasi oleh BP2MI, sebanyak 141 kasus melibatkan pekerja migran yang berangkat secara legal sesuai prosedur, sementara 385 kasus terkait pekerja migran non-prosedural atau ilegal.
Rinaldi menegaskan bahwa, sesuai dengan amanat undang-undang, pemerintah tidak boleh membeda-bedakan pelayanan kepada pekerja migran yang berangkat secara legal atau ilegal. "Pemerintah harus melindungi baik PMI yang resmi maupun yang tidak resmi," ungkapnya.
Peningkatan aduan setiap tahunnya, menurut Rinaldi, disebabkan oleh banyaknya pekerja migran yang berangkat secara ilegal di masa lalu, saat pemerintah belum aktif dalam penanganan mereka. Dia menyatakan bahwa aduan-aduan ini merupakan "tanda petik dosa-dosa masa lalu."
Rinaldi menjelaskan bahwa langkah-langkah antisipasi telah dipersiapkan untuk mencegah keberangkatan pekerja migran secara ilegal di masa depan. "Kami berusaha melakukan mitigasi agar korban ini dapat lebih tertangani. Pemerintah hadir melalui perwakilan di luar negeri dan Kemenlu. Begitu mereka kembali ke Indonesia, tanggung jawab kita adalah BP2MI," pungkasnya.
Dengan meningkatnya kesadaran dan tindakan preventif, BP2MI berharap dapat mengurangi kasus aduan dan memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi pekerja migran.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 14:50