Hikmah
Hikmah

Senin, 18 Desember 2023 12:22

Ratusan Warga Palestina Tewas dalam Serangan  Israel di Kamp Jabalia dan Rumah Keluarga Shehab

Ratusan Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Kamp Jabalia dan Rumah Keluarga Shehab

Jumlah korban melibatkan 90 orang di kamp pengungsi Jabalia dan 24 orang di rumah keluarga Shehab. Anak Dawoud Shehab, juru bicara Jihad Islam yang bersekutu dengan Hamas, juga menjadi korban.

BUKAMATA - Serangan Israel di Jalur Gaza pada hari Minggu menewaskan puluhan warga Palestina, termasuk serangan di kamp pengungsi Jabalia utara dan rumah keluarga Shehab.

Jumlah korban melibatkan 90 orang di kamp pengungsi Jabalia dan 24 orang di rumah keluarga Shehab. Anak Dawoud Shehab, juru bicara Jihad Islam yang bersekutu dengan Hamas, juga menjadi korban.

Di Deir al-Balah, Gaza Tengah, terdapat laporan 12 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka. Di Rafah di selatan, serangan udara Israel menewaskan setidaknya empat orang di sebuah rumah.

Serangan tank Israel juga menyerang Gedung Maternity di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, menewaskan seorang gadis 13 tahun bernama Dina Abu Mehsen, yang sebelumnya telah kehilangan anggota keluarganya dalam serangan sebelumnya. Sejumlah besar korban dilaporkan terkubur di bawah puing-puing, sulit dievakuasi karena intensitas serangan Israel.

Meskipun Israel menyatakan operasinya ditujukan pada target militan dan berupaya menghindari warga sipil, serangan tersebut terus menimbulkan korban di kalangan penduduk Gaza.

Hingga saat ini, lebih dari 19.000 warga Palestina tewas sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober, yang dipicu oleh serangan Hamas yang menewaskan 1.200 orang, menurut otoritas Israel.

Situasi kemanusiaan di Gaza semakin kritis, dengan banyak bangunan hancur dan kelangkaan pasokan makanan dan obat-obatan. Harapan adanya gencatan senjata dan pembebasan tawanan menemui hambatan, meskipun terjadi pembicaraan antara kepala mata-mata Israel dan perdana menteri Qatar.

Sementara itu, Israel tetap bertekad untuk melanjutkan operasi militer dengan tujuan mengeliminasi Hamas, yang berkuasa di Gaza sejak 2006 dan bersumpah untuk menghancurkan Israel.

Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara militer Israel Rear Admiral Daniel Hagari. Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, yang berada di Kuwait untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian Emir Kuwait, diperkirakan akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan pejabat lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.