Hikmah
Hikmah

Kamis, 14 Desember 2023 15:38

Mengenal EG. 5 Turunan Omicron yang Bikin Kasus Covid-19  di Jakarta Naik Lagi

Mengenal EG. 5 Turunan Omicron yang Bikin Kasus Covid-19 di Jakarta Naik Lagi

Dari 4 hingga 10 Desember, tercatat 271 kasus baru positif, meningkat drastis dari periode sebelumnya, 27 November hingga 3 Desember, yang hanya mencatat 80 kasus.

BUKAMATA - Kasus konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta melonjak selama sepekan terakhir. Dari 4 hingga 10 Desember, tercatat 271 kasus baru positif, meningkat drastis dari periode sebelumnya, 27 November hingga 3 Desember, yang hanya mencatat 80 kasus.

Dari jumlah kasus baru tersebut, 90 persennya memiliki gejala ringan, sementara 10 persen mengalami gejala sedang. Peningkatan signifikan ini sebagian besar disebabkan oleh varian EG.5, turunan dari Omicron, yang juga dikenal sebagai subvarian "Eris."

"Covid-19 subvarian EG.5 adalah turunan dari varian Omicron dan masuk dalam kategori varian yang memiliki mutasi genetik, yang diprediksi dapat memengaruhi karakteristik klinis virus," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Subvarian EG.5, yang dapat menghindari kekebalan tubuh, diketahui telah terdeteksi sejak Februari 2023 di Amerika Serikat. Meskipun belum menunjukkan tingkat keparahan penyakit yang berbeda, laporan awal menunjukkan bahwa EG.5 lebih mudah menular dibandingkan beberapa subvarian Omicron lainnya, seperti XBB.1.16 atau Arcturus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan EG.5 sebagai varian yang patut diwaspadai, mendorong negara-negara untuk memantau perkembangannya secara lebih cermat.

Meskipun tidak jauh berbeda dengan varian lain, EG.5 memiliki satu mutasi baru pada proteinnya, berpotensi menghindari sebagian kekebalan yang diperoleh melalui infeksi atau vaksinasi.

Para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat mengingat dinamika perkembangan virus yang terus berubah.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.