Hikmah
Hikmah

Selasa, 12 Desember 2023 15:09

Daftar Lengkap  Profil 11 Panelis Debat Perdana Capres Pemilu 2024

Daftar Lengkap Profil 11 Panelis Debat Perdana Capres Pemilu 2024

Berikut adalah profil lengkap 11 panelis yang resmi dipilih oleh KPU dalam debat perdana capres 2024.

BUKAMATA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan nama-nama panelis yang akan memeriksa dan menilai debat perdana calon presiden pada Pilpres 2024 yang dijadwalkan pada Selasa 12 Desember 2023.

Berikut adalah daftar panelis yang resmi dipilih oleh KPU:

Mada Sukmajati (Pakar Ilmu Politik UGM)

Mada Sukmajati, seorang pakar ilmu politik, lahir pada 25 April 1976 di Madiun. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan jurusan Politik dan Pemerintahan, Mada melanjutkan studi S2 di National Graduate Institute for Policy Studies di Tokyo, Jepang, dan memperoleh gelar Master of Public Policy pada 2004. Pada tahun 2011, ia mengejar gelar S3 di Heidelberg University, Jerman.

Saat ini, Mada Sukmajati menjabat sebagai Ketua Program Studi Sarjana Politik dan Pemerintahan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Fokus kajiannya mencakup isu partai politik, tata kelola Pemilu, parlemen, dan kebijakan publik.

Selain berperan sebagai akademisi, Mada juga memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan Pemilu, terlibat dalam Pemilihan Wali Kota Yogyakarta dan Bupati Kulon Progo 2017. Ia juga menjadi ahli dalam uji materi di Mahkamah Konstitusi terkait sistem Pemilu 2024, yang menghasilkan keputusan untuk melaksanakannya secara proporsional terbuka.

Rudi Rohi (Pakar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana Kupang/Undana)

Rudi Rohi, seorang dosen kelahiran Kupang, merupakan, seorang pakar ilmu politik di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Riwayat pendidikan tingginya dihabiskan di kota Yogyakarta, di mana ia lulus dengan gelar sarjana dari Universitas Janabadra Yogyakarta pada tahun 2004 dan melanjutkan studi S2 dan S3 di UGM, meraih gelar MSi pada 2007 dan gelar doktor pada 2021.

Saat ini, Rudi Rohi menjabat sebagai dosen tetap program studi Ilmu Politik di Universitas Nusa Cendana, Kupang, dengan jabatan fungsional sebagai lektor.

Selain aktif mengajar, Rudi juga menjadi peneliti di Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) di Kupang, sebuah lembaga penelitian yang fokus pada wilayah regional Indonesia, Timor Leste, dan negara-negara ASEAN.

Lita Tyesta (Ahli Hukum Tata Negara Universitas Diponegoro/Undip)


Lita, adalah Guru Besar Ilmu Hukum Perundang-undangan di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip), lahir pada 26 September 1960, dan menekuni bidang hukum sejak awal pendidikan tingginya di Undip.

Setelah menyelesaikan S3 pada 2013, Lita meraih jabatan guru besar pada September 2023. Dengan riwayat pendidikan yang keseluruhan ditempuh di Undip, Lita telah menjadi dosen sejak 1984, mulai dari asisten dosen hingga menjadi Lektor Kepala.

Selama kiprahnya di dunia pendidikan, Lita tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga terlibat dalam penyusunan dokumen akademik peraturan daerah di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi sejak 2006.

Dia juga aktif sebagai editor di berbagai jurnal dan publikasi ilmiah serta pernah menjadi saksi ahli di Pengadilan Negeri, Mahkamah Konstitusi, dan beberapa Polres di Indonesia. Selain itu, Lita juga memiliki dedikasi dalam gerakan kepramukaan dan pernah mewakili Indonesia sebagai Pemandu Pramuka di Pramuka Internasional Asia Pasifik di Jepang pada 2004.

Khairul Fahmi (Pakar Hukum Universitas Andalas/Unand)

Khairul aktif sebagai advokat sejak 2008 dan mulai mengajar di Unand sejak semester ganjil 2012. Selain itu, dia memiliki pengalaman sebagai dosen tidak tetap di Fakultas Syariah IAIN IB Padang dari 2006 hingga 2010.

Khairul pernah menjabat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Agam pada 2007 hingga 2008, serta memiliki keterlibatan dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan seperti Dewan Daerah Walhi Sumatera Barat dan Badan Pengurus PBHI Wilayah Sumatera Barat.

Sebagai pakar hukum, Khairul Fahmi aktif di Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Unand sejak 2017. Ia juga pernah menjadi Ketua Studi Hak Asasi Manusia (PUSHAM) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada 2019.

Khairul telah menerbitkan puluhan jurnal dan buku, dengan karyanya yang berjudul "Pembatasan Hak Pilih Warga Negara" terpilih sebagai buku terbaik Perpustakaan Nasional (Perpusnas) 2023, dengan kategori Pemilu. Artikulasi intelektualnya menjadikannya sebagai panelis debat Capres 2024, mengukuhkan perannya sebagai tokoh hukum yang kredibel dan berpengaruh.

Agus Riewanto (Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret Surakarta/UNS)


Agus Riewanto, seorang dosen di Fakultas Hukum UNS Surakarta, lahir di Sragen, Jawa Tengah. Masa kecilnya dihabiskan di Kalimantan Barat, dan ia menempuh pendidikan SMA di PPMI Assalaam Surakarta.

Agus melanjutkan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogjakarta dan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta.

Setelah menjadi anggota KPU Kabupaten Sragen, ia meraih Satya Lencana Karya Satya X dari Presiden R1 pada 2018 dan menyelesaikan pendidikan S3 Ilmu Hukum di Fakultas Hukum UNS Surakarta pada 2011. Agus, yang aktif menulis dan pernah mengikuti short study di Kyushu University Japan pada 2019,


Susi Dwi Harijanti (Pakar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran/Unpad)

PROF Susi Dwi Harijanti SH LLM PhD, seorang guru besar di Universitas Padjadjaran (Unpad), akan menjadi panelis dalam debat perdana calon presiden dan calon wakil presiden 2024.

Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah hingga SMA di Bandung, Jawa Barat, Susi melanjutkan studi S1 di Unpad dan meraih gelar sarjana hukum pada 1990 dengan fokus pada peminatan hukum tata negara.

Pada tahun 2018, ia diangkat sebagai profesor di Unpad, tempatnya mengajar selama 30 tahun sejak 1993. Selain sebagai pengajar S1, Susi juga terlibat dalam mengajar program magister di Unpad untuk subjek teori dan hukum tata negara, perbandingan hukum tata negara, serta sistem peradilan negara.

Aktif sebagai dosen dan peneliti, Susi juga menjadi anggota berbagai asosiasi hukum nasional dan internasional, termasuk Asosiasi Pengajar HTN-HAN dan Asosiasi Internasional Hukum Perbandingan.

Bayu Dwi Anggono (Guru Besar Hukum di Universitas Jember/Unej)

Bayu Dwi Anggono, seorang pakar politik dan panelis debat Capres 2024, merupakan dosen dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej).

Ia meraih gelar doktor di kampus yang sama tiga tahun setelahnya. Aktif sebagai dosen di Fakultas Hukum Unej, Bayu memiliki keahlian di Ilmu Perundang-undangan, Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, Hukum Tata Negara, hingga Hukum Administrasi Negara.

Saat ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN), serta sebagai anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI.

Bayu Dwi Anggono, yang dilantik sebagai Dekan Fakultas Hukum Unej pada Oktober 2020, juga telah mempublikasikan belasan jurnal, dua buku, dan beberapa artikel di media massa, termasuk bukunya yang berjudul "Pokok-Pokok Pemikiran Penataan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia" pada 2021.

Berkat pengalaman dan kontribusinya di bidang hukum, Bayu dipercaya sebagai anggota panelis untuk merumuskan pertanyaan dalam debat perdana capres-cawapres dengan tema Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.

Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM periode 2017-2020)

Drs. Ahmad Taufan Damanik, M.A., lahir pada 29 Juni 1965, menjabat sebagai Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia pada periode 2017–2022. Sebelumnya, Taufan merupakan seorang dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara (1987-2016).

Selain karir akademisnya, Taufan juga pernah menjabat sebagai Indonesia Representative of Child Rights to the Asean Commission on the Promotion and Protection on the Rights of Women and Children (ACWC) periode 2013-2016.

Taufan menyelesaikan pendidikannya di Universitas Sumatera Utara pada tahun 1987 dan meraih gelar Master di University of Essex, Inggris pada tahun 2005. Selama kariernya, ia memiliki pengalaman sebagai dosen di berbagai departemen, seperti Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, dan Magister Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara.

Selain itu, Taufan juga aktif sebagai konsultan dan memiliki peran signifikan dalam berbagai proyek, seperti proyek evaluasi pengungsi di Andaman, proyek penanganan anak korban konflik, dan proyek pengembangan fasilitator pemberdayaan masyarakat

Al Makin (Guru Besar Studi Agama UIN Sunan Kalijaga)

Al Makin, atau Prof. Dr. Phil. H. Al Makin, S.Ag., M.A., adalah seorang pengajar dan Guru Besar Studi Agama di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Al Makin telah meniti karir akademisnya dan dikenal sebagai ahli sosiologi agama.

Saat ini, ia menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga periode 2020-2024. Al Makin memiliki latar belakang pendidikan dari IAIN Sunan Kalijaga, McGill University, dan Heidelberg University. Selama kariernya, ia telah menulis berbagai buku, seperti "Nabi-Nabi Nusantara: Kisah Lia Eden dan lainnya" (1997) dan "Haji Omar Said Tjokroaminoto: Islam and Socialism Indonesia 1924/1963" (2016).

Al Makin juga aktif di bidang penelitian dan pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Kalijaga pada periode 2016-2020. Dengan kepakarannya dalam filsafat, sosiologi, studi agama-agama, dan pluralisme, Al Makin dipercaya sebagai panelis debat Capres 2024, membawa wawasannya yang luas pada berbagai isu terkait masyarakat dan agama.

Gun Gun Heryanto (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Gun Gun Heryanto, Lektor Kepala 700 di Prodi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, adalah seorang akademisi dan pengamat politik yang lahir pada 12 Agustus 1976 di Cianjur.

Selain sebagai dosen, Gun Gun Heryanto dikenal sebagai penulis dan pengamat politik yang telah menghasilkan berbagai karya penelitian dan artikel jurnal, seperti "Konstruksi Simbolik Isu-isu Agama dalam Kampanye dan Propaganda di Pilkada DKI 2017" dan "Strategi Komunikasi Politik Partai-Partai Islam di Pemilu Presiden 2014."

Keikutsertaannya sebagai panelis debat Capres 2024 menunjukkan peran pentingnya dalam membawa pemahaman politik yang mendalam.

Wawan Mas'udi (Dekan Fisipol UGM)


Wawan Mas'udi, Dekan Fisipol UGM periode 2021-2026, merupakan lulusan Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM pada tahun 2000. Setelah meraih gelar S1, ia melanjutkan studi S2 di Study Welfare State di Agder University College, Norwegia, dan berhasil menyelesaikannya pada 2006. Pendidikan selanjutnya ditempuhnya di Asia Institute, University of Melbourne, Australia.

Dengan minat kajian yang mencakup pelayanan publik, politik identitas dan multikulturalisme, serta desentralisasi dan komparasi sistem pemerintahan, Wawan Mas'udi telah aktif dalam menghasilkan karya ilmiah, termasuk buku dan jurnal.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah disertasinya yang berjudul "Local Populism in Decentralised Indonesia: Case Study of Jokowi in Solo 2005-2012". Bersama Cornelis Lay, ia juga terlibat dalam penyuntingan buku "Contested Welfare Regime in Indonesia" yang diterbitkan oleh Yayasan Obor, Jakarta.


Menurut Komisioner KPU August Mellaz, para panelis ini dipilih berdasarkan kekompetenan mereka di bidang masing-masing. Mayoritas dari mereka adalah akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Debat perdana Pilpres 2024 ini akan membahas sejumlah tema penting, seperti Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik, dan Kerukunan Warga. Tayangan debat akan disiarkan secara langsung di TVRI dan RRI pada pukul 19.00 WIB.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Panelis debat #Capres RI #Pendaftaran peserta pemilu 2024