Nilai Tukar Dolar Diramalkan Melemah Hingga Akhir Tahun, Ekonom Ungkap Alasannya
Josua Pardede menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar dolar AS sepanjang November disebabkan oleh indikator perekonomian AS yang melemah.
BUKAMATA - Dalam perkembangan terkini, para ekonom memproyeksikan bahwa nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami pelemahan hingga akhir tahun.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, mengungkapkan alasan di balik pelemahan ini, menyoroti indikator perekonomian AS yang menunjukkan kelemahan.
Josua Pardede menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar dolar AS sepanjang November disebabkan oleh indikator perekonomian AS yang melemah.
Analisis ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) tidak akan menaikkan suku bunga, bahkan diperkirakan akan melakukan pemotongan suku bunga pada pertengahan 2024.
"Pasca pengumuman FOMC pada pertengahan Desember mendatang, kami perkirakan dolar AS akan melanjutkan pelemahannya, seiring dengan proyeksi bahwa komite dari The Fed akan cenderung lebih dovish dibandingkan dengan pertemuan di bulan September lalu," ungkap Josua Seperti dilansir dari Kontan.co.id Sabtu 2 Desember 2023.
Tren mata uang G-10 selama bulan November juga menjadi sorotan, dengan mata uang yang berkaitan dengan komoditas, seperti Dolar Australia dan Swedish Krona, mengalami penguatan yang signifikan.
Ini dipicu oleh ekspektasi bahwa negara-negara tersebut akan mempertahankan suku bunga tinggi, menjaga ekspektasi rate gap antar negara tersebut.
Josua menilai bahwa ke depannya, mata uang di Asia diperkirakan lebih menarik dibandingkan dengan mata uang G-10, didorong oleh pemulihan ekonomi yang lebih cepat di negara-negara Asia.
Proyeksi ini membuat prospek untuk berinvestasi dalam aset negara Asia menjadi lebih menarik, terutama di saat risk-appetite sedang meningkat.
News Feed
Berita Populer
04 Mei 2026 10:55
04 Mei 2026 10:35
