Isu Kecurangan Mewarnai Pidato Pasangan Capres-Cawapres Usai Pengundian Nomor Urut Pilpres 2024
Fahri menegaskan bahwa Prabowo Subianto selalu mengalami kekalahan selama dua kontestasi pilpres sebagai calon presiden. Dia menambahkan bahwa kecurangan biasanya terjadi pada pihak yang kalah.
JAKARTA, BUKAMATA - Suasana tegang mewarnai acara pengundian nomor urut Pilpres 2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, di mana isu kecurangan menjadi sorotan utama dalam pidato para calon presiden dan wakil presiden.
Pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), memulai pernyataan mereka dengan menyinggung tentang kehadiran "wasit" dalam pertandingan politik. Pernyataan ini mengundang perhatian terkait isu kecurangan dalam arena politik yang semakin memanas.
Sementara itu, pasangan nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, memfokuskan pidatonya pada keberlanjutan demokrasi di Indonesia. Ganjar menyatakan kegelisahan masyarakat terhadap dinamika politik menjelang Pilpres 2024. Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi yang dianggapnya belum berjalan sepenuhnya baik.
Prabowo Subianto-Gibran, pasangan nomor urut lainnya, sepakat dengan Amin bahwa kecurangan tidak dapat diterima. Namun, di sisi lain, mereka meyakini bahwa KPU sebagai penyelenggara akan menyelenggarakan pemilu dengan baik dan jujur.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, yang merupakan pendukung Prabowo Subianto, turut angkat bicara terkait isu kecurangan. Menyatakan keyakinannya bahwa pihaknya tidak memiliki pengalaman curang, Fahri menegaskan bahwa Prabowo Subianto selalu mengalami kekalahan selama dua kontestasi pilpres sebagai calon presiden. Dia menambahkan bahwa kecurangan biasanya terjadi pada pihak yang kalah.
"Kami dua kali kalah, biasanya yang kalah lah yang dicurangin. Jadi kami belum pernah punya pengalaman pada posisi orang curang," tegas Fahri melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu (15/11).
Atas dasar ini, Fahri mengecam tuduhan kecurangan yang dialamatkan kepada pasangan Prabowo-Gibran. Dia meminta agar saling tuduh-memuji terkait isu kecurangan ini dihindari, dengan menekankan, "Maka sebaiknya yang sering curang jangan menuduh orang yang terbiasa dicurangin sebagai pelaku kecurangan."
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
