PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter
29 November 2025 19:07
Anis Matta yakin bahwa Partai Gelora akan mengalami tren kenaikan dalam pencapaian grafiknya dari waktu ke waktu. Partai ini dirancang untuk menghubungkan jalan hari ini dan jalan yang akan dicapai di masa depan.
JAKARTA, BUKAMATA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta, menyatakan optimisme bahwa DKI Jakarta akan menjadi lumbung suara di Pemilu 2024, berasal dari tiga daerah pemilihan (dapil) yang ada.

"Dari survei yang kita baca, kita optimis di dapil 3 dan dua lainnya, merata dalam mendapatkan kursi dari DKI ini. Sebagian besar dari treshold 4 persen ini. Insya Allah akan disumbangkan oleh DKI Jakarta," kata Anis Matta saat memberikan arahan dalam Konsolidasi Pemenangan Partai Gelora Dapil 3 DKI Jakarta, Minggu (12/11/2023).
Anis Matta menegaskan bahwa Dapil 3 DKI Jakarta bukanlah 'dapil neraka,' karena pada dasarnya semua dapil bukan 'dapil surga.' Bahkan, Dapil 3 ini diyakini akan menjadi lumbung suara bagi Partai Gelora.
"Saya selalu ditanya, Dapil 3 DKI itu dapil neraka. Tapi pada dasarnya tidak ada dapil surga. Tidak ada dapil yang enak, semuanya sulit. Tapi kita akan menjadikan dapil 3 ini menjadi lumbung suara kita," ujar Anis Matta.
Pada prinsipnya, kata Anis Matta, semua dapil memiliki tantangan sendiri-sendiri, tergantung pada populasi atau geografi. Jawa, sebagai contoh, memiliki populasi sekitar 55-60 persen dari wilayahnya, sementara di luar Jawa populasinya sedikit, tetapi wilayahnya sangat luas.
"Jangan dianggap kursi di luar Jawa lebih mudah, karena tantangan juga berat, karena wilayahnya sangat luas. Di Sulawesi Tengah, misalnya, untuk mendapatkan satu kursi, wilayahnya terbentang dari Jakarta ke Jogya," ungkapnya.
Anis Matta juga menyatakan bahwa Partai Gelora merupakan partai dengan narasi besar, bukan partai yang dibangun berdasarkan memori sejarah atau pragmatis dan realistis.
"Partai Gelora itu, partai masa depan yang punya visi, jangkauannya ke depan, dan ingin membuat peta jalan bagi Indonesia. Ini juga menjadi tantangan tersendiri, karena disebut partai ini, imajinatif," katanya.
Meskipun begitu, Anis Matta yakin bahwa Partai Gelora akan mengalami tren kenaikan dalam pencapaian grafiknya dari waktu ke waktu. Partai ini dirancang untuk menghubungkan jalan hari ini dan jalan yang akan dicapai di masa depan.
"Kita sengaja mendirikan Partai Gelora ini pada hari Sumpah Pemuda. Kita ingin menyampaikan satu pesan, bahwa ketika Partai Gelora dideklarasikan, memang tidak ada gaungnya. Tapi setelah 20 tahun partai ini didirikan, gaungnya akan besar seperti Sumpah Pemuda, kira-kira 20 tahun kemudian Indonesia Merdeka," katanya.
Artinya, mulai Pemilu 2024 ini, Partai Gelora akan tumbuh dan terus tumbuh hingga mencapai puncaknya dalam kurun waktu 20 tahun sejak didirikan pada 28 Oktober 2019 lalu.
"Partai Gelora ini, fondasinya lahir dari satu futuristik. Dia lahir lahir dari kedaaan hari ini dan proyeksi masa depan. Jadi pada dasarnya Partai Gelora menggabungkan unsur sejarah, hari ini dan masa depan," pungkasnya.
Anis Matta berharap kepada para calon anggota legislatif (caleg) Partai Gelora di seluruh tingkatan, baik itu DPR maupun DPRD di provinsi dan kabupaten/kota, untuk mulai menurunkan grand narasi besar partai yang mendapatkan nomor urut 7 sebagai peserta Pemilu 2024 ini.
Yakni menjadikannya sebagai bahan kampanye yang dapat dikonsumsi oleh semua kelompok di masyarakat, seperti narasi menjadikan Indonesia sebagai Superpower baru dalam jangka panjang.
"Itu harus mulai kita cicil sekarang, dan fondasinya adalah pembangunan SDM. Nah, kalau mau membangun SDM, ya kita mulai dari ibu hamil," tambahnya.
Berdasarkan data, kata Anis Matta, ada sekitar 4 persen ibu hamil setiap tahunnya, dan dari angka kelahiran, sepertiganya mengalami stunting. Oleh karena itu, perawatan terhadap ibu hamil menjadi penting, dengan intervensi negara dan perawatan yang optimal.
Setelah lahir, anak perlu mendapatkan bantuan gizi dan vitamin yang cukup untuk membangun fondasi fisik yang kuat pada 1.000 hari pertama. Anak-anak juga harus mendapatkan bantuan pendidikan gratis dari SD hingga kuliah.
"Satu persoalan bonus demografi kita adalah asupan gizi yang kurang bagus, dan sistem pendidikan kita harus kita ubah. Sistem pendidikan kita harus berorientasi full day school, dan anak-anak harus mendapatkan makan siang gratis di sekolah," ungkapnya.
Dengan memastikan intervensi negara sejak dalam kandungan hingga selesai pendidikan tinggi, Anis Matta yakin bahwa negara dapat menagih kontribusi dari warganya untuk berkontribusi kepada negara.
"Di sinilah akan banyak tercipta generasi yang pintar di Indonesia, yang akan akhirnya menjadi tulang punggung bangsa. Kita harus menciptakan generasi-generasi masa depan agar kita memperoleh moment of luck, momen keberuntungan menjadikan Indonesia sebagai Superpower baru," pungkasnya.
Konsolidasi Pemenangan Partai Gelora di D'Arcici Hotel ini dihadiri oleh kader Partai Gelora dari Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu, serta Ketua DPW DPW Partai Gelora DKI Jakarta Triwisaksana.
Turut hadir dalam konsolidasi tersebut, selain Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, juga Bendahara Umum Achmad Rilyadi, Ketua Bappilu DPN Partai Gelora Rico Marbun, serta Ketua Bidang Keumatan DPN Partai Gelora Raihan Iskandar yang juga merupakan caleg Dapil 3 DKI Jakarta.
29 November 2025 19:07
29 November 2025 18:30
29 November 2025 17:11
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 16:15
29 November 2025 12:27
29 November 2025 13:56