Mengenal Asal Mula Uang Panai, Mahar Pra Nikah yang Minta Diturunkan bila Anies Jadi Presiden
"Pak Anies tolong turunkan uang panai kalau terpilih jadi presiden," teriak seorang warga.
MAKASSAR,BUKAMATA - Ada kejadian lucu saat Anies Baswedan berkunjung di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 5 November 2023.

Di sana, salah seorang warga berteriak agar Uang Panai atau mahar diturunkan bila Anies Baswedan terpilih sebagai Presiden.
"Pak Anies tolong turunkan uang panai kalau terpilih jadi presiden," teriak seorang warga.
Mendengar itu, warga lainnya pun tertawa. Teriakan itu tersebut dianggap lucu.
Namun sayang, hal itu tidak didengar oleh Anies. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini hanua fokus pada kesengsaraan warga yang kekurangan air bersih akibat kemarau.
Dari kejadian lucu ini, nama Uang Panai jadi perbincangan. Lantas bagaimana sejarah uang tersebut?
Sejarahnya, dalam Perang Makassar pada abad 17, Sultan Hasanuddin mempertahankan kekuasaannya dari serangan musuh atas dasar Siri‘ dan Pacce. Orang Makassar dan Arung Palakka mengangkat senjata untuk membebaskan negerinya dari penjajahan dan memulihkan Siri dan Pésse orang Bugis.
Sejarah Pernikahan dan Panai
Melansir dari laman Washilah.com uang panai ini, merupakan kebiasaan kalangan bangsawan yang ada di tanah Bugis-Makassar sebelum mereka memeluk agama Islam. Kegiatan dilakukan dengan memberikan seserahan kepada pihak keluarga perempuan.
Nilai uang panai pada zaman dahulu sama halnya dengan sompa (mahar) yang secara harfiah berarti “persembahan”.
Mahar ini berbeda dengan mahar yang ada dalam Islam. Kalau di dalam Islam, mahar itu berupa properti-properti, sedangkan sompa ini berupa sejumlah uang rella‘ ataupun ringgit dengan menyesuaikan status perempuan yang akan menjadi pendamping hidupnya.
Pada masa-masa berikutnya, tradisi kalangan bangsawan ini diadopsi hampir di semua kalangan masyarakat Bugis-Makassar ketika hendak melaksanakan pernikahan.
Dewasa ini, uang panai kemudian mengalami pergeseran nilai atau berevolusi menjadi lahan dagang. Seolah-olah perempuan ini merupakan komoditas yang sangat berharga nilainya.
Pihak keluarga perempuan biasanya menganggap derajatnya akan bertambah jika uang panai yang berikan kepada anaknya berjumlah banyak sehingga merasakan suatu pencapaian tersendiri (prestise)
News Feed
Berita Populer
04 Mei 2026 10:55
04 Mei 2026 11:33
04 Mei 2026 10:35
