Cadangan Devisa Indonesia Alami Tren Penurunan , Gubernur BI : Masih Dalam Rentang Aman
"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan BI, kami optimistis bahwa cadangan devisa akan tetap mencukupi, memastikan ketahanan eksternal negara di tengah perangkap ketidakpastian global," tambah Perry dengan penuh keyakinan.
MAKASSAR,BUKAMATA - Posisi cadangan devisa Indonesia terus menurun selama beberapa bulan terakhir, dengan posisi terakhir pada bulan September 2023 mencapai US$ 134,9 miliar.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengklaim bahwa penurunan ini adalah bagian dari rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya, yang bertujuan untuk menghadapi tekanan global yang terjadi saat ini.
Dalam keterangannya, Perry menegaskan bahwa sebelum tren penurunan, Bank Indonesia telah berhasil membangun cadangan devisa yang signifikan, terutama ketika arus modal asing masuk ke pasar keuangan domestik dan kinerja ekspor yang tinggi.
"Pada saat itu, kami memanen cadangan devisa. Ini adalah cadangan yang sekarang bisa digunakan pada saat-saat genting seperti sekarang ini," jelas Perry.
Perry juga menyoroti pentingnya upaya pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengoptimalkan sumber-sumber devisa, termasuk Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Dia mengakui bahwa upaya terbaru dari BI, seperti Term Deposit Valas (TD Valas) dan PP No. 36 Tahun 2023, telah membantu memperkuat cadangan devisa negara.
"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan BI, kami optimistis bahwa cadangan devisa akan tetap mencukupi, memastikan ketahanan eksternal negara di tengah perangkap ketidakpastian global," tambah Perry dengan penuh keyakinan.
Meskipun terjadi penurunan, Perry meyakinkan bahwa cadangan devisa Indonesia masih berada dalam rentang aman yang dapat menjaga stabilitas ekonomi negara.
Selain itu, langkah-langkah yang diambil saat ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan negara untuk menghadapi tantangan masa depan.
News Feed
Berita Populer
04 Mei 2026 10:55
04 Mei 2026 11:33
04 Mei 2026 10:35
